birokrasi

Pembangunan Jembatan Talunbrak di Mojokerto, Pacu Roda Perekonomian Masyarakat

Rabu, 16 April 2025 | 14:26 WIB
Gus Barra saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Talunbrak, simbol dimulainya konektivitas dan harapan baru warga. (M Lutfi Hermansyah)

Kabar Mojokerto — Penantian warga Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto, agar Jembatan Talunbrak dibangun kembali pasca diterjang banjir akhirnya terbayar lunas.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto mulai melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek pembangunan jembatan yang menghubungkan Dusun Brak dan Dusun Talun, serta Desa Ngampel, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, pada Rabu (16/4/2025).

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa (Gus Barra) bersama Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian, serta diikuti oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Jembatan Talunbrak di Mojokerto Mulai Dibangun Setelah 3 Tahun Dinanti Masyarakat

Bupati Mojokerto Gus Barra bersama jajaran meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Talunbrak yang jadi harapan warga sejak lama. (M Lutfi Hermansyah)

Proyek jembatan ini bersumber dari dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) senilai Rp13 miliar dan dikerjakan oleh CV Sekar Arum. Proyek ini melengkapi berbagai pembangunan infrastruktur yang sedang dikebut Pemkab Mojokerto untuk meningkatkan mobilitas dan akses perekonomian warga.

Warga pun antusias menyambut dimulainya proses groundbreaking proyek Jembatan Talunbrak, yang akan dikerjakan selama delapan bulan atau hingga Oktober 2025.

Gus Barra menuturkan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa di Kabupaten Mojokerto. Ia berharap jembatan ini dapat membuka akses ekonomi dan mobilitas, terutama bagi masyarakat di wilayah Dawarblandong.

“Jembatan ini akan menjadi penghubung vital bagi masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian dan ekonomi lokal, serta memperlancar akses menuju pusat-pusat pelayanan,” tuturnya.

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Perkuat Duta Genre Desa, Siapkan Garda Depan Perangi Stunting

Menurutnya, warga sudah lama menanti agar jembatan lama yang rusak akibat banjir pada tahun 2021 segera dibangun kembali. Sebab, kerusakan Jembatan Talunbrak selama ini sangat mengganggu aktivitas warga, terutama untuk bersekolah, bekerja, dan pergi ke sawah.

“Pembangunan jembatan ini sudah lama dinanti masyarakat. Tadi saya bahkan dicurhati warga sampai ada yang menangis, terutama saat harus mengantar anak sekolah,” ungkap Gus Barra.

Gus Barra menambahkan, pengerjaan jembatan ini akan memakan waktu 240 hari kalender, terhitung sejak 26 Februari hingga 23 Oktober 2025. Ia berharap pelaksana proyek bisa menyelesaikannya tepat waktu.

“Proyek ini diharapkan selesai sesuai jadwal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selama pengerjaan, proyek ini juga akan didampingi oleh kepolisian dan kejaksaan agar berjalan tepat waktu,” pungkasnya.

Tags

Terkini