Kabar Mojokerto - Hampir genap 100 hari pertama masa kepemimpinan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa (Gus Barra) dan Wakil Bupati Muhammad Rizal Octavian, mayoritas warga Kabupaten Mojokerto memberikan respons positif terhadap kinerja mereka.
Hal ini terungkap dalam survei terbaru yang dirilis oleh The Republic Institute (TRI). Dalam survei tersebut, tercatat 81,1 persen warga menyatakan puas terhadap pencapaian pasangan Gus Barra–Rizal selama hampir seratus hari memimpin daerah.
Sementara itu, 11,4 persen responden menyatakan tidak puas, dan 7,5 persen lainnya memilih tidak menjawab atau tidak tahu.
“Angka ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap duet kepemimpinan Gus Barra dan Rizal tergolong tinggi,” ungkap Sufyan, Peneliti Utama dari TRI, dalam konferensi pers pada Senin, (26/5/2025).
Baca Juga: 788 GTT dan PTT Mojokerto Terima Insentif, Pemkab Dukung Pendidikan Berkualitas
Metodologi Survei dan Profil Responden
Survei dilakukan antara tanggal 15 hingga 22 Mei 2025, melibatkan 800 responden yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Mojokerto. Komposisi responden terdiri dari 49% laki-laki dan 50,1% perempuan, dan dipilih menggunakan teknik stratified random sampling, merujuk pada data demografis dari Badan Pusat Statistik (BPS). Survei ini memiliki margin of error sekitar 3,4%.
Faktor Penyebab Tingginya Kepuasan
Menurut penjelasan M. Izzudin Ma’ruf, Peneliti Sosial dan Demokrasi di TRI, ada beberapa alasan mengapa kepuasan terhadap Gus Barra dan Rizal cukup tinggi. Di antaranya karena program-program prioritas mereka dianggap relevan dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Pemimpin daerah ini dinilai responsif, terbuka dalam komunikasi, dan komitmen terhadap janji kampanye. Mereka juga cepat bertindak ketika ada persoalan sosial yang muncul,” terang Izzudin.
Baca Juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan Keagamaan, Pemkab Mojokerto Kucurkan Dana Rp 3,9 Miliar ke 571 Madrasah
Alasan Ketidakpuasan Publik
Meski mayoritas puas, ada pula sebagian masyarakat yang masih menyuarakan ketidakpuasan. Dari 11,4% responden yang merasa tidak puas, mayoritas menyebut harga kebutuhan pokok yang masih tinggi sebagai alasan utama (21%). Alasan lainnya mencakup penyaluran bantuan sosial yang belum merata (19,8%) serta masalah korupsi dan ketimpangan dalam penegakan hukum (13,6%).
“Keluhan masyarakat ini umumnya berkaitan dengan isu-isu nasional yang berada di luar kendali langsung kepala daerah,” tambah Izzudin.
Program Prioritas yang Dinilai Sukses
TRI juga melakukan penilaian terhadap lima program unggulan pemerintahan Gus Barra-Rizal. Program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas mendapat respons paling positif dengan tingkat kepuasan mencapai 85,7%. Disusul oleh:
-
Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 83,9%
-
Insentif Guru TPQ 82,1%
-
Jaminan Sosial Pekerja di Ekosistem Desa 81,4%