birokrasi

Pemkab Mojokerto Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 18 Kecamatan, Harga Beras Cuma Rp11.500

Kamis, 4 September 2025 | 07:01 WIB
Bupati Mojokerto meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Mojosari. (Dok. Diskominfo Kab Mojokerto)

Kabar Mojokerto - Pemerintah Kabupaten Mojokerto kembali meluncurkan langkah strategis untuk menekan gejolak harga sembako melalui penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 18 kecamatan.

Program ini bukan sekadar distribusi bahan pokok murah, tetapi merupakan bagian dari kebijakan pengendalian inflasi daerah yang kini mulai menunjukkan hasil.

Kegiatan GPM terbaru digelar di Pendopo Kecamatan Mojosari pada Rabu (3/9), dengan kehadiran langsung Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam merespons kebutuhan masyarakat.

Berbagai komoditas pokok dijual dengan harga di bawah pasar, seperti beras SPHP Rp57.500 per 5 kg, gula GMM Rp17.500/kg, dan Minyakita Rp15.000/liter.

Langkah ini merupakan bentuk nyata intervensi pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga yang kian terasa.

Baca Juga: 7 Pejabat di Lingkungan Pemkot Mojokerto Dimutasi, Ini Daftarnya

Menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Nurul Istiqomah, program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati agar negara hadir dalam setiap kesulitan warga.

Ia menambahkan, pelaksanaan serentak di 18 titik dipilih untuk memaksimalkan distribusi dan mencegah penumpukan antrean di satu lokasi saja.

Antusiasme warga terbukti tinggi, terlihat dari habisnya pasokan 2 ton beras dalam waktu singkat di Mojosari saat pelaksanaan pertama.

Sebagai respons atas lonjakan permintaan, pasokan beras di Mojosari ditingkatkan menjadi 5 ton pada pelaksanaan kedua.

Kecamatan Pungging bahkan mendapat alokasi lebih besar, yakni 7 ton, mengingat tingginya konsumsi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Bupati Al Barra menyampaikan bahwa GPM ini akan menjadi program berkala, bukan hanya sesekali, demi menjaga kestabilan harga dalam jangka panjang.

Baca Juga: Mojokerto Gelar Doa Bersama Lintas Agama, Bangun Harmoni Sosial di Tengah Gejolak Sosial

Ia menyebut bahwa Kabupaten Mojokerto saat ini memiliki surplus beras hingga 30 ribu ton, yang dapat dimanfaatkan untuk menahan laju inflasi.

Halaman:

Tags

Terkini