birokrasi

Sederet Terobosan dan Inovasi Pemkab Mojokerto di Era Bupati Ikfina Fahmawati

Sabtu, 22 Juni 2024 | 12:59 WIB
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mendapat cinderamata dari Universitas Airlangga setelah menjadi narasumber Sharing Session.

Kabar Mojokerto - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto memiliki sederet terobosan dan Inovasi di era kepemimpinan Bupati Ikfina Fahmawati.  Ini sebagai bukti Bupati Ikfina berkomitmen mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang maju, adil dan makmur.


Beragam terobasan dan inovasi itu dipaparkan Bupati Ikfina dalam acara Sharing Session bertajuk 'Inovasi Pelayanan Publik Daerah' di Universitas Airlangga, Surabaya, pada Jumat (21/6/2024) sore.  Mulai dari inovasi di bidang pendidikan, infrastruktur, digitalisasi pelayanan publik, kesehatan, pariwisata, hingga di bidang ekonomi.


Bupati Ikfina mengungkapkan, pada bidang kesehatan terdapat inovasi untuk mencegah stunting. Yakni, program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB), program Selasa Sehat turunkan Stunting, AKB, dan AKI (SEHATI) dan Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri (SEJOLI).

Adapula program Jumat Ceria (Remaja Putri Cantik, Energik, Rajin, Inovatif dan Aktif yang digelar bergantian di sekolah-sekolah. Selain itu, juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat melalui program Tilik Deso Mirsani Masyarakat (Bulik Soima) dan konsisten melaksanakan program Gelora Cinta (Gerakan Pola Asuh Orang Tua Cegah Stunting) & Pusyangatra (Pusat Pelayanan keluarga Sejahtera).

"Serta setiap minggu juga melaksanakan SANTIKA yaitu Program memotivasi anak usia dini mengenai profesi dokter, perawat, bidan serta menjelaskan pelayanan yang ada di Puskesmas, melaksanakan program JUMAT BANGKIT dan program GERINTING," jelasnya.




-
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menjadi narasumber Sharing Session bertajuk 'Inovasi Pelayanan Publik Daerah' di Universitas Airlangga, Surabaya,Jumat (21/6/2024).


Inovasi di bidang pendidikan, Bupati Ikfina memiliki berbagai program. Antara lain, Sapa Bunda akronim dari sambang PAUD dengan bunda, GEMOY (GEN-Z Mojokerto Yeay) dengan menyasar siswa SMA, Program Penanganan Anak Tidak Sekolah (P-ATS), SIPUSWITA, dan Anjungan Saka Kencana.

"Untuk inovasi di bidang pariwisata kami juga memiliki wahana edukasi energi terbarukan di kawasan Waduk Tanjungan, Desa Tanjungan Kecamatan Kemlagi dan Sri Gitarja yang merupakan Sistem Informasi Digital Pariwisata Kabupaten Mojokerto sebagai sarana promosi pariwisata di Kabupaten Mojokerto yang dikelola oleh Disbudporapar Kabupaten Mojokerto," bebernya.

Sedangkan di bidang ekonomi, Pemkab Mojokerto juga memiliki WULANDARI (Warung Pengendali Inflasi dan Penggunaan Produk Dalam Negeri) dan Aplikasi pemantau harga barang pokok yang bernama 'Sinergi Smart Info Harga'.

Untuk inovasi digitalisasi pelayanan, Diskominfo Kabupaten Mojokerto memiliki aplikasi Sistem Informasi Kerjasama Media (SiJAMED), aplikasi pendampingan legalitas usaha dan konsultasi elektronik sektor industri (PENGUSAHA KEREN) untuk meningkatkan kepemilikan legalitas para pelaku usaha.

Serta terdapat pula Aplikasi Si-Pengasih yang berfungsi untuk mencegah dan menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan dan call center 112 yaitu satu nomor untuk seluruh layanan di Pemkab Mojokerto.

Orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto juga menjelaskan pada inovasi di bidang infrastruktur, Ia juga melakukan berbagai hal seperti pelebaran jalan menuju standar, rekonstruksi jalan, pemeliharaan berkala jalan, pembangunan jembatan, pemeliharaan jembatan.

"Serta melakukan perluasan SPAM jaringan perpipaan dikawasan perdesaan, sistem drainase, pembangunan tangki septik, pembangunan TPS3R, rehabilitasi jaringan irigasi permukaan, dan rehabilitasi dan pembangunan gedung," urainya.

Berkat  berbagai inovasi yang telah digulirkan, Pemkab Mojokerto di era Bupati Ikfina ini berhasil meraih penghargaan. Dari tahun 2021 sampai 2024 ini, sedikitnya ada 259 penghargaan baik tingkat provinsi maupun nasional.



Bupati Ikfina berharap, berbagai inovasi yang telah diluncurkan bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Sebab, setiap OPD maupun kecamatan menbuat perjanjian kerja untuk bisa membuat minimal satu inovasi baru di setiap tahunnya.

"Dan itu akan dipertanggungjawabkan dalam SKP (Sasaran Kinerja Pegawai), sehingga mau tidak mau semuanya berlomba-lomba untuk membuat suatu inovasi dalam peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan kepada publik, tutupnya.

Tags

Terkini