ekonomi-bisnis

Alasan Lansia Budidaya Pohon Maja di Mojokerto, Cikal Bakal Nama Majapahit

Sabtu, 30 November 2024 | 19:38 WIB
Sukirno (69), warga Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto, membudidayakan pohon Maja. (Kabarmojokerto.id/Achmad Latifullah)

Kabar Mojokerto - Sukirno (69), warga Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto, membudidayakan pohon Maja yang diyakini sebagai cikal bakal nama kerajaan Majapahit.

Melalui langkah ini, Sukirno berharap anak cucunya dapat lebih mengenal sejarah serta oleh-oleh khas bumi Majapahit.

Saat ditemui oleh tim Kabar Mojokerto di tempat budidayanya pada Sabtu (30/11/2024), yang terletak di sebelah selatan Wisata Religi Siti Inggil, Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto, terlihat deretan tanaman Maja yang mengelilingi kedai kopi miliknya. Pohon-pohon Maja ini ditanam dengan rapi, baik di sisi samping maupun di belakang kedai.

Baca Juga: Pengrajin Kendang Mojokerto, 25 Tahun Berkarya untuk Musik Dangdut dan Kesenian Tradisional

Sukirno mengungkapkan niat utamanya membudidayakan pohon Maja adalah untuk mencegah kepunahan pohon tersebut. Selain itu, ia juga ingin memperkenalkan sejarah kerajaan Majapahit kepada generasi berikutnya, mengingatkan mereka akan salah satu kerajaan besar yang pernah ada di Nusantara.

“Iya, supaya pohon ini tidak punah. Pohon ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting, jadi ini juga sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur,” ujar Sukirno.

Ia mengungkapkan bahwa ia mulai membudidayakan pohon Maja sejak tahun 2019. Awalnya, ia melihat ada satu pohon Maja di kawasan Siti Inggil, dan dari sana muncul inisiatif untuk memperbanyak pohon tersebut melalui teknik pencangkokan.

"Perawatannya cukup mudah. Yang penting, pohon ini disiram dua kali sehari, pagi dan sore. Tidak perlu pupuk khusus," jelasnya.

Baca Juga: Rujak Cingur Legendaris di Mojokerto, Tetap Eksis dengan Cita Rasa Khas

Seiring berjalannya waktu, usaha budidayanya berkembang pesat, hingga saat ini mencapai sekitar dua ribu pohon. Meski tidak pernah melakukan promosi secara khusus, pohon Maja hasil cangkokan ini banyak diminati oleh pengunjung dari luar daerah, terutama mereka yang datang ke situs makam Siti Inggil. Pengunjung tersebut berasal dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Kediri, dan Sidoarjo.

Sukirno menjelaskan bahwa harga setiap pohon Maja yang dijual adalah Rp 50 ribu per meter, sebagai kenang-kenangan khas dari bumi Majapahit. Sedangkan untuk buah Maja, ia memberikan harga seikhlasnya.

“Kalau buahnya, ya seikhlasnya,” pungkasnya.

Tags

Terkini

IHSG Kembali Merosot, Istina Bilang Begini

Senin, 2 Februari 2026 | 11:13 WIB

Janda di Mojokerto Rela Jadi Badut Demi 3 Buah Hati

Kamis, 1 Januari 2026 | 17:18 WIB