Kabar Mojokerto- Desa Kesiman Gemblung di Kecamatan Trawas, Mojokerto, berganti nama dari sebelumnya bernama Kesiman Gemblung. Pergantian ini itu karena menjadi bahan olok-olokan.
Bahkan tak jarang, ketika Kesiman Gemblung disebut, orang akan tertawa. Maklum, kata Gemblung dalam bahasa jawa berarti gila atau bodoh.
Menurut pemerhati sejarah Mojokerto, Ayuhanafiq, desa di lereng Gunung Arjuna ittu dulu terisolir dan terhubung dengan desa tetangga hanya dengan jalan setapak.
Setelah proses pembangunan dan jalan diperbaiki membuat akses desa terbuka. Namun, mereka malu saat nama desanya Kesiman Gemblung dijadikan bahan olokan. “Keseringan ditertawai membuat hati tidak nyaman,” kata Yuhan dalam sebuah artikelnya.
Suatu ketika, Gubernur Sunandar Priyo Sudarmo sempat berseloroh di sebuah rapat di Kabupaten Mojokerto, ‘Desa kok namanya Gemblung’.
Sontak perkataan tersebut disambut dengan riuh tawa seluruh peserta rapat. “Tentu terkecuali perangkat desa Kesiman Gemblung yang cuma bisa cengar-ceengir saat desanya dibuat bahan tertawaan,” ujar Yuhan.