kesehatan

Tekan Stunting, Bupati Mojokerto Gelorakan Program Gemapitu di Desa Parengan

Selasa, 6 Mei 2025 | 20:27 WIB
Bupati Mojokerto Gus Barra saat menyampaikan sosialisasi program GEMAPITU di Pendopo Balai Desa Parengan, sebagai upaya menekan angka stunting dan membentuk generasi sehat dan cerdas. (M Lutfi Hermansyah)

Kabar Mojokerto – Pemerintah Kabupaten Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam memerangi stunting. Melalui program unggulan bertajuk Gerakan Bersama Masyarakat di Posyandu Integrasi Terpadu (GEMAPITU). 

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa (Gus Barra) menggelorakan semangat bersama untuk menekan angka stunting, khususnya di wilayah pedesaan. 

Kegiatan terbaru dalam program GEMAPITU ini digelar Selasa pagi (6/5/2025) di Pendopo Balai Desa Parengan, Kecamatan Jetis. Program ini merupakan bagian dari 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto, sekaligus mendukung gerakan nasional Gercep Stunting (Gerakan Percepatan Penurunan Stunting). 

Baca Juga: 7 Tips Penting Cegah Heat Stroke & Dehidrasi Saat Haji, Wajib Tahu Sebelum Berangkat!

"Stunting bukan sekadar soal tinggi badan, tapi menyangkut masa depan anak-anak kita. Ini berpengaruh pada kecerdasan dan kualitas generasi penerus. Karena itu, kita harus cegah bersama-sama," tegas Gus Bupati di hadapan warga dan kader posyandu yang hadir. 

Gus Bupati juga menegaskan bahwa GEMAPITU merupakan pengejawantahan dari misi pembangunan SDM unggul melalui peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan. Dalam kegiatan ini, warga mendapat akses layanan kesehatan gratis, terutama bagi ibu hamil dan balita. 

"Kalau ibu hamil dan anak-anak sehat sejak dini, maka kita sedang mempersiapkan anak-anak Mojokerto tumbuh menjadi generasi kuat, cerdas, dan siap bersaing," tambahnya. 

Baca Juga: Cek Sekarang! 4 Tanda Sperma Sehat atau Tidak yang Bisa Dilihat Langsung

Tak hanya fokus pada kesehatan, dalam kesempatan tersebut, Gus Bupati juga menyampaikan rencana peningkatan infrastruktur di Desa Parengan. 

Ia menyebutkan proyek perbaikan jalan sepanjang tiga kilometer dari Parengan menuju Lakardowo telah masuk dalam agenda pembangunan tahun ini. 

"Kalau belum bisa terlaksana tahun ini, akan kami dorong masuk dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Saya sudah perintahkan Dinas PUPR untuk survei dan percepat realisasinya," ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Parengan, Sali, mengungkapkan bahwa dari lima posyandu aktif di desanya, terdapat 229 balita yang rutin mendapatkan layanan. Namun, masih ada tiga anak yang tercatat mengalami stunting. 

Baca Juga: 6 Tanda Bahaya Kecanduan Pornografi Berat Menurut Dokter Andrologi

"Kehadiran di posyandu cukup tinggi, mencapai 90 persen. Kami juga mendapat pendampingan dari TPPS Kecamatan Jetis dan Pemerintah Desa," ujarnya. 

Halaman:

Tags

Terkini

MBG Tetap Jalan di Bulan Ramadan, Ini Bocaran Menunya

Selasa, 3 Februari 2026 | 16:05 WIB

Korban Keracunan MBG di Mojokerto Kini Capai 261 Anak

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:45 WIB

India Jadi Role Mode MBG, DPR Minta Kaji Ulang

Selasa, 4 November 2025 | 11:06 WIB

Cuaca Panas Ekstrem, Ini 6 Dampak Paparan Sinar UV

Minggu, 19 Oktober 2025 | 15:32 WIB