Kabar Mojokerto - Asa Kontingen Kabupaten Mojokerto untuk menembus 10 besar dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025 gagal tercapai. Kontingen Kabupaten Mojokerto harus puas duduk di peringkat ke-12 berdasarkan hasil klasemen akhir.
Peringkat tersebut menurun dibandingkan Porprov Jatim 2023 lalu saat Kabupaten Mojokerto menjadi tuan rumah. Dalam gelaran Porprov Jatim 2023, Kabupaten Mojokerto finis di peringkat ke-9 dengan raihan 16 medali emas, 38 perak, dan 41 perunggu.
Meski demikian, perolehan medali kontingen Kabupaten Mojokerto tahun ini justru mengalami peningkatan, khususnya medali emas. Pada Porprov 2025, mereka meraih 18 emas, 30 perak, dan 45 perunggu.
Baca Juga: Kota Mojokerto Penuhi Target di Porprov Jatim 2025, Boyong 97 Medali
“Kabupaten Mojokerto dalam Porprov 2025 memang berada di peringkat ke-12. Tapi dari sisi perolehan medali, ada peningkatan dibanding saat Mojokerto menjadi tuan rumah tahun 2023. Tahun ini, perolehan emas meningkat dari sebelumnya 16 menjadi 18,” kata Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mojokerto, Imam Suyono, kepada Kabar Mojokerto, Senin (7/7).
Imam mengakui, tantangan terbesar Kabupaten Mojokerto adalah pada jumlah atlet yang belum optimal. Total, Kabupaten Mojokerto mengirimkan 455 atlet untuk berlaga di 49 cabang olahraga (cabor), sementara jumlah cabor yang dipertandingkan mencapai 65.
Di sisi lain, pengurus baru KONI Kabupaten Mojokerto hanya memiliki waktu empat bulan untuk mempersiapkan Porprov Jatim 2025. Diketahui, formasi kepengurusan KONI Kabupaten Mojokerto baru dilantik pada Maret 2025 lalu.
“Kendalanya, kami sebagai pengurus baru hanya punya waktu empat bulan untuk persiapan menghadapi Porprov Jatim tahun ini. Tapi dengan keseriusan para pengurus, ada peningkatan perolehan medali,” ujar Imam.
“Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa ada beberapa cabor yang tidak bisa diikuti, padahal seharusnya ada potensi meraih medali dari cabor-cabor tersebut,” tambahnya.
Baca Juga: Indonesia All Star Ditumbangkan Oxford United 6-3, Ole Romeny Mandul
Salah satu contohnya adalah cabor angkat besi. Imam menyebut bahwa selama Porprov Jatim digelar, Kabupaten Mojokerto belum pernah mengirimkan atlet untuk cabor tersebut karena belum memiliki atlet angkat besi.
“Kita punya waktu dua tahun lagi untuk mempersiapkan cabor-cabor yang selama ini belum ikut Porprov. Harapan saya, kita bisa ikut lebih lengkap di Porprov Jatim Surabaya tahun 2027,” terang Imam.
Imam juga memastikan bahwa para atlet peraih medali di Porprov Jatim 2025 akan diberikan bonus.
“Bonus sedang kami proses untuk diusulkan ke Bupati. Penyerahannya menunggu dana turun dari Bupati,” pungkas Imam.