Kabar Mojokerto - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengaku susah mencari pelatih baru Timnas Indonesia usai memecat Patrick Kluivert. Sebab, tidak mudah menemukan sosok pelatih yang cocok dengan strata kepelatihan nasional.
“Tidak mudah mencari pelatih yang cocok dengan strata kepelatihan nasional yang sudah kita rancang. Kita ingin pelatih yang bisa membina dari U-20, U-23 hingga senior,” kata Erick Thohir saat konferensi pers di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Jumat (24/10).
Baca Juga: Erick Thohir Minta Maaf Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia
PSSI kini memiliki blueprint pengembangan sepak bola nasional yang berjenjang dari tim U-20, U-23 hingga senior. Erick menyampaikan, sosok pelatih baru harus mampu memahami dan berperan dalam sistem pembinaan berkesinambungan tersebut.
Ia menegaskan tak ingin terburu-buru dalam menunjuk pelatih baru Timnas Indonesia di level senior. Pihaknya ingin pemilihan dikakukan melalui tahapan yang terukur agar tidak kontraproduktif terhadap pembangunan sepak bola nasional.
“Mencari pelatih timnas itu tidak mudah dan tidak bisa buru-buru. Ada banyak faktor yang harus kami pertimbangkan. Saya tidak mau langkah ini justru kontraproduktif,” ungkap Erick.
Baca Juga: Rangking FIFA Timnas Indonesia Merosot Jadi 122 Dunia, Disalip Malaysia
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu sudah mendengar soal isu sejumlah pelatih ternama disebut-sebut layak masuk kandidat, seperti Luis van Gaal. Termasuk juga mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-Yong.
Erick secara tegas menyatakan hal tersebut hoax alias tidak benar. Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh pihak agar tidak ada yang menyebarkan opini atau kabar yang tidak berdasar.
“Saya terbuka, sangat terbuka terhadap informasi. Tapi jangan beropini atau membuat spekulasi. Misalnya soal Luis van Gaal itu hoaks. Akhirnya jadi tidak sehat,” tegasnya.
Masih kata Erick, dirinya terus melalukan koordinasi dengan Sekjen PSSI Yunus Nusi, Badan Tim Nasional (BTN) Soemardjidan Direktur Teknik (Technical Director) Alexander Zwiers terkait pencarian pelatih baru.
“BTN dan Direktur Teknik akan melakukan pencarian dan menyusun daftar calon. Setelah itu, mereka akan melaporkan hasilnya kepada saya, dan kemudian kita bahas bersama Exco untuk memutuskan,” jelas Erick.
Baca Juga: Meski Dipecat Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Bangga dengan Hal Ini
Menurutnya, pengalaman bersama dua pelatih terakhir, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, menjadi bahan evaluasi penting. Kekurangan dan kelebihan keduanya akan dijadikan pelajaran untuk menentukan arah kepelatihan berikutnya.
“Kekurangan dan kelebihan STY dan PK kita jadikan evaluasi. Keduanya sudah menjadi bagian dari masa lalu yang kita pelajari agar ke depan makin baik,” katanya.