politik

Donald Trump Ingatkan Iran Tak Boleh Punya Nuklir, Desak Penduduk Teheran Dievakuasi

Rabu, 18 Juni 2025 | 06:30 WIB
Presiden Amerika Donald Trump (Sumber: Instagram @whitehouse)

Kabar Mojokerto- Presiden Amerika Donal Trump merespon konflik antara Iran dengan Israel. Trump mengatakan Iran tak boleh mempunyai nuklir.

“Iran seharusnya menandatangani kesepakatan" yang saya minta mereka tandatangani. Sungguh memalukan, dan membuang-buang nyawa manusia.

“Sederhananya, Iran tidak boleh memiliki nuklir. Saya sudah mengatakannya berulang-ulang!,” kata Trump dalam unggahannya di Truth Social, Senin (16/6/2025).

Baca Juga: Iron Dome Milik Israel Kewalahan Hadapi Serangan Rudal Iran, Ini Penyebabnya

Bukan tanpa alasan. Trump bilang, seharusnya Iran menandatangani kesepakatan dengan dirinya mengenai program nuklirnya sebelum serangan Israel dimulai.

“Iran seharusnya menandatangani kesepakatan" yang saya minta mereka tandatangani. Sungguh memalukan, dan membuang-buang nyawa manusia,” ujarnya.

Eskelasi konflik dan potensi serangan Israel balasan mengancam penduduk Taheran. Oleh karena itu, Trump mendesak penduduk Taheran segera dievakuasi.

“Semua orang harus segera mengevakuasi dari Teheran!,” tegas Trump.

Baca Juga: Gus Ulil Dikecam Usai Labeli Aktivis Lingkungan sebagai Wahabi

Israel melancarkan serangan kejutan terhadap target-target militer dan nuklir di berbagai wilayah Iran pada Jumat (13/6). Serangan itu membuat Iran juga menggencarkan serang rudal sebagai bentuk balasan ke Tel Aviv dab pelabuhan Haifa pada Senin (16/6) dini hari waktu setempat.

Akibat serangan tersebut, Tel Aviv dilaporkan hancur lebur. Sedikitnya 24 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnnya menderita luka-luka.

Tags

Terkini

Ini Misi Besar Prabowo di Pidato Sidang Umum PBB

Senin, 22 September 2025 | 19:04 WIB

Intip Harta Kekayaan Qodari yang Kini Jadi Kepala KSP

Kamis, 18 September 2025 | 15:55 WIB

Ini Alasan Dibalik Rahayu Saraswati Mundur dari DPR RI

Kamis, 11 September 2025 | 17:50 WIB

Prabowo Sebut Ada Gejala Tindakan Makar dan Terorisme

Minggu, 31 Agustus 2025 | 17:02 WIB