sejarah

Kapten Kamas Setiyoadi Menolak Dikebumikan di Taman Makam Pahlawan

Jumat, 3 Februari 2023 | 08:33 WIB
Makam Kamas Setyoadi di TPU Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Mojokerto.

Sooko- Sebagai sosok yang berjasa pada bangsa, Kamas Setiyoadi sangat layak dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP). Namun sebelum wafat, sang komandan Kompi Kucing Hitam (The Black Cat) itu berpesan agar jenazahnya tidak dikebumikan di TMP.


Pejuang yang lahir 28 September 1927 ini tutup usia pada 12 Oktober 1980. Kala itu, usianya 53 tahun. Ia menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di RKZ Surabaya.


Jenazahnya kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Kedungmaling, Sooko, Kabupaten Mojokerto. Tempat peristirahatan terakhirnya berdampingan dengan makam istrinya.


"Meski berhak mendapatkan fasilitas pemakaman di makam pahlawan, Kamas berpesan agar jasadnya dikebumikan di pemakaman umum saja," kata Penulis Sejarah Mojokerto Ayuhanafiq, Jumat (3/2/2023).


[irp posts="1664" ]

-
TPU Desa Kedungmaling, Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Kamas memiliki 5 anak dari pernikahannya dengan Amanah. Yakni, Prastyo, Sri Hastoeti, Isnaeni, Dian Ambarwati dan Poedji Pramono.


Sri Hastoeti mengungkapkan, menolak dikebumikan di TMP adalah bukti bahwa ayahnya sosok yang sederhana. Ia ingin dekat dengan keluarga dan para muridnya di perguruan Pencak Silat Dalikumbang.


"Tanpa gelar pahlawan juga tidak masalah, saya sendiri tidak ingin. Yang penting berbuat baik di dunia, orang akan tahu sendiri," terang Sri di rumahnya, Jalan Raya Brangkal nomor 1, Desa Kedungmaling, Sooko, Mojokerto.


[irp posts="1617" ]

Kamas pensiun dini dadi ABRI tahun 1959 dengan pangkat terakhir kapten. Ia berdinas terakhir kali di Kesatuan DBI VI Jember atau kesatuan pendidikan tentara pada masa itu.


Setelah pensiun, ia mulai membangun usaha untuk menghidupi keluarganya. Yaitu kontraktor atau pemborong dan berkebun sekaligus menjual jeruk.


Namun menjalankan sebuah bisnis tidak semudah membalikkan telapak tangan. Jatuh bangun pun dia alami. Sebuah kewajaran sebagai pebisnis.


[irp posts="1599" ]

Meski begitu, menurut Sri, ayahnya bukan sosok yang mudah menyerah dan putus asa. Kamas dikenal selalu mengajarkan bersikap jujur dan sederhana. Dia selalu memegang prinsip yang kuat dan mempunyai integritas tinggi.


"Bapak sering rugi, tapi terus bangkit dan berjuang. Bapak tidak pernah putus asa. Ketika itu cocoknya berkebun jeruk, jeruknya bisa enak dan laku keras," tuturnya.




-
Kapten Kamas Setyoadi.


Sepak terjang Kamas turut andil dalam mempertahankan kemerdekaan NKRI tidak diragukan lagi. Untuk menghargai jasanya, namanya diabadikan menjadi nama jalan.


[irp posts="1549" ]

Jalan Kamas Setiyoadi berada di sepanjang jalan Pasar Kedungmaling sampai Dusun/Desa Sambiroto, Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Halaman:

Tags

Terkini