KABAR MOJOKERTO - Memberantas obesitas bukan perkara mudah. Pasalnya, obesitas termasuk pengakit yang bisa muncul akibat perilaku diri sendiri.
Ahli Gizi RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Indana Firrosidah, menerangkan, obesitas merupakan risiko terbesar penyebab kematian global. Penyakit ini banyak diderita oleh wanita usia subur.
Karena pola makan yang tidak seimbang sehingga menyebabkan status gizi seseorang berlebihan. "Obesitas bisa terjadi pada semua kalangan dari anak usia sekolah, remaja, dewasa, hingga lansia," kata Indana dalam keterangan tertulis yang diterima kabarmojokerto.id, Jumat (7/7/2023).
[irp posts="6253" ]
Tubuh dengan lemak berlebih berisiko terkena penyakit degeneratif yang berpotensi menyebabkan komplikasi sampai pada kematian. Obesitas berisiko hingga 2 kali lipat mengakibatkan serangan jantung, stroke, diabetes melitus (kencing manis), dan hipertensi (tekanan darah tinggi).
Akibat banyaknya penyakit yang diderita sehingga angka morbiditas dan mortalitas penderita obesitas cukup tinggi. Namun Anda tak perlu khawatir.
Sebenarnya, ada banyak cara untuk mencegah obesitas, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Perubahan gaya hidup lebih ditekankan pada modifikasi perilaku makanan dan aktivitas fisik.
[irp posts="5963" ]
Berikut merupakan gaya hidup sehari-hari untuk menjaga kebugaran dan mencegah berat badan berlebih:
- Biasakan makan dengan model Piring Makan T, yaitu setengah piring makan berisi sayuran, setengah piring nasi dibagi lagi menjadi dua bagian, seperempat bagian berisi nasi dan seperempat bagian berisi lauk
- Batasi konsumsi gorengan dan lemak trans (margarine)
- Jadwalkan makan teratur, porsi sedikit tapi lebih sering dengan pola makan pagi, selingan, makan siang, selingan, dan makan malam sebelum jam 6
- Tidak merokok dan tidak minum miniman beralkohol
- Tingkatkan konsumsi karbohidrat kompleks dan batasi konsumsi karbohidrat sederhana (gula)
- Aneka ragam pangan, cukup sayuran hijau dan buah berwarna
- Biasakan berjalan kaki selama 30 menit setiap hari. Selain itu, cobalah tidak menggunakan lift atau eskalator saat berada di tempat umum. Gunakan tangga untuk naik turun ke lantai yang berbeda. Naik tangga merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan untuk memperkuat jantung
- Hindari konsumsi minuman ringan dan bersoda
- Timbang berat badan dan lingkar perut
- Melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara baik, benar, teratur, terukur (BBTT)
- Berpikir positif dan mengenali emosi
[irp posts="5883" ]
Bagi yang sudah obesitas dapat melakukan pengurangan makan sebanyak 500-1000 Kkal sehari. Berikut tipsnya:
- Mengurangi konsumsi bahan makanan sumber karbohidrat kompleks seperti nasi, roti, jagung, dan sereal
- Menghindari konsumsi bahan makanan sumber karbohidrat sederhana seperti gula pasir, gula merah, sirup, kue yang manis dan gurih, madu, selai, dodol, coklat, permen, dan minuman ringan, dll
- Mengurangi konsumsi bahan makanan sumber lemak dengan tidak mengolah makanan dengan cara digoreng dan menggunakan santan kental serta mentega dan margarin
- Mengutamakan konsumsi bahan makanan sumber protein rendah lemak, seperti ikan, putih telur, ayam tanpa kulit, susu dan keju rendah lemak, tempe tahu, dan kacang-kacangan yang diolah. (Her)
[irp posts="5723" ]