Kabar Mojokerto - Kota Mojokerto kembali mencatat prestasi membanggakan dengan meraih predikat terbaik pertama dalam Penilaian Kinerja Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Timur.
Penghargaan ini diterima langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-32 Tahun 2025 yang digelar di Dyandra Convention Center, Surabaya, pada Selasa (1/7/2025).
Berdasarkan hasil penilaian tim panelis, Kota Mojokerto memperoleh total nilai 132, mengungguli kabupaten/kota lainnya. Kabupaten Kediri dan Kota Surabaya masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.
Baca Juga: Layanan Jemput Bola Bapenda Mojokerto Dongkrak Penerimaan PBB, Semester I Tembus Rp257 Miliar
Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran Pemerintah Kota Mojokerto, serta kolaborasi lintas sektor yang telah berperan aktif dalam menurunkan angka stunting.
"Penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga penguat semangat bahwa kerja bersama dalam mencegah dan menurunkan stunting harus terus dilanjutkan dengan komitmen yang lebih kuat," ujar Ning Ita.
Ia menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan program prioritas Pemerintah Kota Mojokerto yang dilaksanakan secara kolaboratif lintas sektor. Selain penanganan langsung terhadap balita stunting dan wasting melalui pemberian bantuan permakanan, edukasi juga diberikan kepada para orang tua, ibu hamil, hingga calon pengantin.
Baca Juga: Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Mojokerto, 9 Personel Polres Terima Penghargaan
Dengan diraihnya penghargaan ini, Ning Ita berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat, agar Kota Mojokerto benar-benar bisa menjadi daerah zero stunting.
Hingga Mei 2025, prevalensi stunting di Kota Mojokerto telah menurun secara signifikan menjadi 1,42% atau setara dengan 82 kasus. Bahkan, dua kelurahan, seperti Purwotengah dan Meri telah berhasil mencapai status nol kasus stunting.
Penghargaan ini menjadi motivasi tambahan bagi Pemerintah Kota Mojokerto untuk terus meningkatkan kinerja dan komitmen dalam penanganan stunting, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting.