Kabar Mojokerto- Wali Kota Mojokerto Ika Pusputasari berpesan agar para pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menjaga nama baik organisasi. Selain itu, juga PSHT diharapkan berkontibusi dalam pembangunan bangsa.
Hal itu diungkapkan perempuan yang akrab disapa Ning saat menghadiri pengesahan warga baru tingkat 1 PSHT di Gor Seni Majaphit, Jumat (27/6/2025) malam. Acara ini bertepatan dengan peringatan 1 Muharram 1447 H atau 1 Suro, momen yang memiliki makna spiritual mendalam bagi keluarga besar PSHT.
Baca Juga: Makna Tradisi Ruwat Agung Nuswantoro di Candi Jolotundo Mojokerto yang Digelar Bulan Suro
Tak hanya Ning Ita, nampak hadir pula Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S Marunduri dan Dandim 0815 Mojokerto Letnan Kolonel Inf Rully Noriza.
Ning Ita menuturkan, 1 Suro bukan sekadar pergantian kalender, namun juga sebagai simbol pembaruan jiwa dan komitmen moral bagi para pendekar muda.
“Bagi PSHT, ini adalah momentum kelahiran kembali secara spiritual untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan akhlak mulia,” tutur Ning Ita.
Ia juga mengapresiasi pengurus dan pelatih PSHT yang telah menjaga ajaran luhur organisasi sejak berdirinya pada tahun 1922.
“PSHT sudah eksis jauh sebelum NKRI berdiri. Hingga saat ini, PSHT tetap kokoh dengan falsafah Memayu Hayuning Bawono, yang bermakna memperindah kehidupan dunia. Ini menjadikan PSHT bukan sekadar perguruan bela diri, tetapi juga pembentuk jiwa dan akhlak mulia,” jelasnya.
Baca Juga: Ini Perbedaan Malam 1 Suro dan Muharram yang Patut Diketahui
Oleh karena itulah, Ning Ita berpesan tiga hal khusus kepada warga baru. Pertama, untuk senantiasa memegang teguh ajaran PSHT. Kedua, menjaga nama baik organisasi. Dan ketiga, berperan aktif dalam pembangunan masyarakat dan bangsa.
Di tengah tantangan nilai moral dan arus informasi yang kerap bertentangan dengan jati diri bangsa, saya ingin kalian menjadi mercusuar karakter bangsa. Jadilah generasi yang unggul, berintegritas dan cinta tanah air,” ungkapnya.
Ia menembahkan, pemerintah Kota Mojokerto memandang PSHT sebagai mitra strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Semoga melalui momentum 1 Muharram ini, semangat persaudaraan dan nilai-nilai kebaikan PSHT dapat terus tumbuh, menjadi kekuatan sosial yang menginspirasi masyarakat luas,” tutup Ning Ita.
Artikel Terkait
Sejarah Kamas Setyoadi Dirikan Perguruan Pencak Silat Dalikumbang
Kerap Picu Konflik, Seluruh Pendekar di Mojoketo Diminta Tanggalkan Atribut Perguruan Saat Keluar Rumah
Puluhan Pemuda Diamankan Polisi di Mojokerto Saat Pengesahan Anggota PSHT
Kakak-Adik Edarkan Miras Ilegal di Mojokerto Diringkus Polisi Jelang Malam Suro