Kabar Mojokerto - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto akan mencabut bantuan sosial (bansos) bagi keluarga penerima yang terlibat narkoba.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat kegiatan sosialisasi Bersinar (Bersih Narkoba) Kelurahan Pulorejo di Taman Bahari Mojopahit (TBM), Jumat (10/4/2026). Sosialisasi ini dihadiri masyarakat, khususnya para ibu sebagai garda terdepan dalam keluarga.
Ning Ita menegaskan, pihaknya tidak akan mentoleransi adanya anggota keluarga penerima bantuan sosial yang terlibat narkoba. Jika terbukti, seluruh bantuan dari pemerintah akan dicabut.
“Kalau ingin tetap menerima fasilitas dari pemerintah, jangan sampai ada anggota keluarga yang menggunakan narkoba. Kalau ditemukan, semua jenis bantuan akan kita cabut,” tegas perempuan yang akrab disapa Ning Ita.
Baca Juga: Tak Kapok, Residivis Narkoba di Kota Mojokerto Kembali Ditangkap, Polisi Amankan 3,84 Gram Sabu
Menurut Ning Ita, langkah ini diambal sebagai bentuk komitmen nyata Pemkot Mojokerto dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba. Sebab, saat ancaman narkoba semakin meluas dan masif, serta menyasar kalangan remaja.
Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya peran keluarga, terutama ibu, dalam menjaga dan mengawasi anggota keluarga agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Ia menyebut, keluarga merupakan benteng pertama dalam pencegahan.
“Kalau setiap keluarga bisa menjaga anggotanya, maka lingkungan akan aman. Dari kelurahan, kecamatan, hingga kota akan terlindungi dari bahaya narkoba,” tuturnya.
Baca Juga: Ning Ita Intruksikan ASN di Kota Mojokerto Gowes ke Kantor Tiap Jumat untuk Hemat BBM
Dalam kesempatan ini, Pemkot Mojokerto menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto untuk memberikan pemahaman lebih lanjut kepada masyarakat, mulai dari jenis-jenis narkoba hingga tanda-tanda penyalahgunaan.
Warga juga didorong untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungan sekitar.
“Ini bukan semata-mata sanksi, tapi upaya kita bersama untuk melindungi generasi penerus bangsa. Kita tidak ingin masa depan kota ini rusak karena narkoba,” pungkas Ning Ita.