Kabar Mojokerto - Lonjakan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir telah membuat banyak investor tergoda untuk ikut masuk, takut ketinggalan momen atau Fear of Missing Out (FOMO).
Namun sebelum ikut-ikutan beli, ada baiknya memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi di pasar.
Melansir Blombeerg, dalam seminggu terakhir, Bitcoin berhasil menembus rekor tertinggi sepanjang masa atau All Time High (ATH) beberapa kali. Harga tertingginya tercatat menyentuh US$121.500 pada Senin (14/7/2025), sebelum akhirnya stabil di sekitar US$117.000 keesokan harinya. Angka ini mencerminkan kenaikan sekitar 9% dalam sepekan, dan secara total sudah naik 26% sejak awal tahun.
Tak hanya Bitcoin, aset kripto lainnya seperti Ethereum (ETH), XRP, dan TRON (TRX) juga ikut melesat. ETH menembus angka US$2.966, XRP berada di US$2,83, dan TRX menyentuh US$0,3002, masing-masing naik signifikan dalam tujuh hari terakhir.
Baca Juga: Harga 14 Kebutuhan Pokok di Pasar Tradisional Mojokerto Naik dari Pekan Lalu
Peningkatan ini tak lepas dari masuknya dana besar ke ETF Bitcoin Spot, produk investasi yang mempermudah investor institusi membeli Bitcoin secara langsung.
Menurut data dari Farside Investors, total aliran dana ke ETF ini sudah mencapai US$52,33 miliar secara kumulatif di tahun 2025.
Didorong Sentimen Positif dan Ketidakpastian Global
Menurut Panji Yudha, analis dari Ajaib Kripto, lonjakan harga Bitcoin ini terjadi karena kombinasi dari beberapa faktor, seperti meningkatnya minat institusi, kondisi pasar global yang penuh ketidakpastian, serta ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
Selain itu, banyak analis menilai Bitcoin kini tak lagi hanya dianggap sebagai aset spekulatif. Dengan tekanan inflasi dan kekhawatiran terhadap arah kebijakan moneter, Bitcoin mulai dilirik sebagai alat lindung nilai atau safe haven, mirip dengan emas.
Panji juga menambahkan, ETF terbesar saat ini mengelola lebih dari 700.000 BTC, mencerminkan besarnya kepercayaan investor besar terhadap masa depan aset ini. Artinya, Bitcoin kini makin diterima sebagai bagian dari investasi arus utama.
Baca Juga: Donald Trump Kenakan Pajak 19% untuk RI, tapi Minta Imbalan
Altseason dan Potensi Kenaikan Lebih Lanjut
Dengan naiknya harga Bitcoin, banyak pelaku pasar kini menantikan apa yang disebut sebagai Altseason season periode ketika altcoin atau kripto selain Bitcoin mulai mencetak kenaikan tajam.
Jika sentimen positif berlanjut, tidak menutup kemungkinan lonjakan harga akan menyebar ke aset kripto lainnya.
Namun, bagi investor yang baru ingin masuk, penting untuk tidak hanya terbawa euforia. Pasar kripto sangat fluktuatif dan bisa berubah dengan cepat. FOMO bisa mendorong keputusan yang tergesa-gesa tanpa perhitungan matang.