Update Harga Emas Antam 15 Juli 2025: Turun Rp 10.000 per Gram, Ini Penyebabnya

Photo Author
Fanda Yusnia, Kabar Mojokerto
- Selasa, 15 Juli 2025 | 08:57 WIB
Ilustrasi emas batangan (Sumber: situs Logam Mulia)
Ilustrasi emas batangan (Sumber: situs Logam Mulia)

Kabar Mojokerto - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, Selasa (15/7/2025). Penurunan ini terjadi seiring dengan melemahnya harga emas global yang tengah berada dalam tren korektif.

Untuk hari ini, emas Antam dipasarkan dengan harga Rp 1.914.000 per gram, turun Rp 10.000 dibandingkan dengan harga kemarin. Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga menyusut sebesar Rp 10.000 menjadi Rp 1.758.000 per gram.

Baca Juga: Kenali Ciri-ciri Beras Oplosan Menurut Profesor IPB

Berikut daftar harga emas Logam Mulia Antam selengkapnya untuk hari ini:

Harga Emas Logam Mulia Antam 15 Juli 2025 (Sumber: Logam Mulia)

Harga emas global terkoreksi

Fluktuasi harga emas dunia turut memengaruhi harga logam mulia domestik. Berdasarkan data pasar spot, harga emas global ditutup di level US$ 3.346,1 per troy ons, mengalami penurunan sebesar 0,32% dibandingkan penutupan akhir pekan lalu.

Koreksi ini diduga terjadi akibat aksi ambil untung (profit taking) setelah harga emas mencatatkan kenaikan beruntun selama tiga hari sebelumnya. Dalam periode tersebut, harga emas global sempat menguat 1,67% secara akumulatif. Bahkan, jika dilihat dalam sepekan terakhir, logam mulia ini masih mencatat kenaikan sebesar 0,51%.

Namun, ketika harga telah menanjak cukup tinggi, investor kerap mengambil momentum untuk mencairkan keuntungan. Situasi ini kerap memicu tekanan jual di pasar emas dan menyebabkan harganya turun.

Baca Juga: KAI Permudah Warga Mojokerto, Tiket Kereta Kini Bisa Dipesan 30 Menit Sebelum Berangkat

Reaksi pasar terhadap isu tarif AS

Selain faktor teknikal, sentimen geopolitik dan kebijakan perdagangan juga turut memengaruhi dinamika pasar emas. Baru-baru ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman tarif impor sebesar 30% terhadap produk asal Uni Eropa dan Meksiko, yang rencananya akan diberlakukan mulai 1 Agustus.

Meski demikian, pelaku pasar tampaknya tidak lagi terlalu terpancing oleh manuver semacam ini. Banyak yang menilai bahwa pernyataan tersebut lebih bersifat strategis sebagai bagian dari taktik negosiasi.

"Kami melihat langkah terbaru dari Gedung Putih sebagai strategi negosiasi. Proyeksi kami, tarif impor yang akan diterapkan kemungkinan berada di kisaran 15%," ujar Mark Haefele dari UBS Global Wealth Management, dikutip dari Bloomberg.

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

IHSG Kembali Merosot, Istina Bilang Begini

Senin, 2 Februari 2026 | 11:13 WIB

Janda di Mojokerto Rela Jadi Badut Demi 3 Buah Hati

Kamis, 1 Januari 2026 | 17:18 WIB
X