ekonomi-bisnis

Diekspor ke Amerika-Eropa, Begini Proses Produksi Arang Briket Kelapa di Mojokerto

Senin, 30 Januari 2023 | 17:47 WIB
Proses produksi arang briket dari batok kelapa.(Foto Lukman kabarmojokerto.id)

Gedeg- Arang briket kelapa buatan industri kecil menengah (IKM) di Mojokerto diekspor ke Amerika, Eropa, Timur Tengah dan Australia. Penasaran dengan proses produksinya?


Arang briket kelapa diproduksi Eka Meidayanti (40) di dua lokasi. Pertama, di CV Hindianindo, Desa Mlirip, Jetis. Di tempat ini, batok kelapa dibersihkan terlebih dahulu, lalu dibakar selama 2 hari sampai menjadi arang.


Kemudian batok kelapa yang sudah menjadi arang itu dikirim ke lokasi kedua, yaitu ke PT Energi Natural Indonesia di Dusun Gedeg Lor, Desa/Kecamatan Gedeg, Mojokerto. Di lokasi ini, arang batok kelapa digiling menjadi serbuk.


[irp posts="1506" ]


Selanjutnya serbuk arang dimasukkan ke mesin mixer untuk dicampur dengan air dan tepung tapioka sebagai perekat. Tak sampai disitu, adonan diaduk menggunakan mesin blender sampai pulen.


Setelah itu adonan dimasukkan ke dalam mesin untuk dicetak menjadi potongan arang briket kecil-kecil berbentuk kubus. Ukuran briket yang diproduksi di tempat ini berbeda-beda.


Mulai dari 2,2 cm, 2,3 cm, 2,5 cm, 2,6 cm sampai 2,8 cm. Arang briket lebih dulu disortir sebelum dioven selama belasan jam. Lamanya mengoven tergantung pada ukuran briket.


[irp posts="1503" ]


Arang briket dengan merek Silverco buatan Eka ini mempunyai kadar air 5 persen, abu pembakaran maksimal 2,5 persen, zat kotor atau volatile matter maksimal 13 persen dari batas aman 20 persen.


Juga mempunyai kandungan karbon 85 persen, kalori 7.500 kcal/Kg, suhu yang dihasilkan 600 derajat Celcius, serta ketika dibakar mampu bertahan hingga 2 jam.


"Kalorinya lebih tinggi daripada batubara, kalau batubara di angka 4.000 sampai 5.000 kcal/Kg," kata Eka, Senin (30/1/2023).


[irp posts="1465" ]


Eka menjelaskan, batok kepala dibeli pabrik santan dan para pedagang kelapa di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Mojokerto.


"Harapan saya Perhutani juga menanam kelapa dengan teknologi baru agar cepat panen. Karena kebutuhan kelapa yang sangat besar," cetusnya.

Halaman:

Tags

Terkini

IHSG Kembali Merosot, Istina Bilang Begini

Senin, 2 Februari 2026 | 11:13 WIB

Janda di Mojokerto Rela Jadi Badut Demi 3 Buah Hati

Kamis, 1 Januari 2026 | 17:18 WIB