Kabar Mojokerto - BMKG memprediksi wilayah Mojokerto akan memasuki masa peralihan musim dari kemarau menuju penghujan pada Oktober 2024.
Untuk itu, BMKG mengingatkan pemerintah daerah hingga masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana hidrometeorologi. Seperti angin puting beliung, banjir dan tanah longsor.
Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengatakan, wilayah-wilayah rawan bencana di Kabupaten Mojokerto tak jauh berbeda dengan tahun lalu. Menurutnya, bencana angin kencang masih berpotensi melanda hampir merata di wilayah Mojokerto.
Sedangkan, untuk daerah langganan banjir ada di Desa Salen, Kecamatan Bangsal, Desa Jotangan dan Kebondalem Kecamatan Mojosari, sejumlah desa di Kecamatan Mojoanyar.
Lalu ada di Desa Pulorejo, Dawarblandong, Desa Bendung, Dan Desa/Kecamatan Jetis. Termasuk, di Desa Mojogebang dan Desa Watesprojo, Kemlagi.
“Angin kencang seperti biasanya merata, tapi yang paling rawan itu Dlanggu dan Gondang. Untuk banjir genangan di jalan raya dan desa meliputi wilayah Ngoro, Mojosari, Mojoanyar, Sooko, Dawarblandong dan Jetis “ katanya, Kamis (3/10/2024).