Kabar Mojokerto - Di Indonesia, topik vasektomi seringkali dibicarakan dengan bisik-bisik atau bahkan dicap negatif. Tak jarang, pria yang mempertimbangkan prosedur ini dianggap tidak jantan, takut, atau bahkan dikebiri. Padahal, kenyataannya sangat jauh dari itu.
Mari kita luruskan semua mitos dan pahami apa sebenarnya vasektomi, langsung dari penjelasan seorang dokter yang mengkhususkan diri dalam kesehatan reproduksi wanita, termasuk kehamilan, persalinan, dan masalah pada organ reproduksi, dr. Keven Tali, Sp.OG.
Baca Juga: 8 Minuman yang Bisa Tingkatkan Gairah Seksual Pria, Bikin Bercinta Semakin On Fire!
Apa Itu Vasektomi?
Vasektomi adalah prosedur kontrasepsi permanen untuk pria, dengan cara Dokter membuat sayatan kecil di kantong zakar (skrotum) untuk menjangkau saluran sperma yang disebut vas deferens. Saluran inilah yang mengangkut sperma dari testis ke penis saat ejakulasi.
Dalam vasektomi, saluran ini akan dipotong atau diikat, sehingga sperma tidak bisa lagi keluar. Tapi tenang, pria tetap bisa ejakulasi dan ereksi seperti biasa. Cairan mani masih keluar, hanya saja tanpa mengandung sperma. Jadi, tak akan terjadi kehamilan.
Vasektomi Bukan Kebiri
Banyak yang salah kaprah dengan vasektomi. Kebiri adalah prosedur medis atau bedah yang mengangkat testis, organ penghasil hormon testosteron. Kebiri bisa menyebabkan turunnya libido (hasrat atau dorongan seksual yang alami dimiliki setiap orang untuk melakukan aktivitas seksual), perubahan bentuk tubuh, dan gangguan fungsi seksual.
Sementara itu, vasektomi tidak menyentuh testis sama sekali. Hormon tetap diproduksi, gairah seksual tetap ada, kemampuan ereksi tetap normal. Vasektomi tidak mengurangi kejantanan pria. Ini bukan bentuk pelemahan; ini bentuk kesadaran dan tanggung jawab.
Baca Juga: Simak Tips Agar Cepat Hamil yang Bisa Dicoba Pasutri Baru
Prosedur Cepat, Risiko Minim
Vasektomi dilakukan hanya dalam waktu singkat, biasanya dengan bius lokal, tanpa rawat inap. Ukuran sayatan pun sangat kecil, hanya sekitar 1 cm. Pemulihan juga relatif cepat. Beberapa hari setelahnya, pria bisa kembali beraktivitas seperti biasa, dengan mengikuti arahan dokter.
Yang perlu diperhatikan:
-
Hindari hubungan seksual beberapa hari pasca-operasi
-
Perhatikan tanda infeksi atau pembengkakan
-
Gunakan kontrasepsi sementara hingga dokter menyatakan tidak ada sperma tersisa
Siapa yang Cocok untuk Vasektomi?
Vasektomi direkomendasikan untuk pria yang: