“Kami ingin Kota Mojokerto bisa mendemonstrasikan masalah kesehatan dengan tuntas, jangan sampai sudah terdeteksi, masalahnya tidak tuntas. Dan ini sangat potensial dilaksanakan di Kota Mojokerto karena sudah ada GAYATRI,” pintanya.
Inovasi Gayatri merupakan akronim dari Gerbang Layanan Informasi Terpadu dan Terintegrasi. Inovasi ini dikembangkan Dinas Kesehatan Kota Mojokerto untuk masyarakat yang kesulitan dalam mengakses pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Ali Kuncoro menyampaikan, transformasi kesehatan telah diterapkan di Kota Mojokerto. Berbagai fasiltas pun sudah dibangun.
“Pemkot mojokerto saaat ini sudah ada 6 puskesmas, 11 puskesmas pembantu dan 170-an posyandu. Ini adalah resource kita untuk memberikan pealayan kesehatan bagi masyarakat,” terangnya.
Tak hanya ity, ia menuturkan, Kota Mojokerto telah meraih Universal Health Coverage (UHC) dengan kategori utama. Tentunya, ini tak lepas kerja keras dari kader-kader kesehatan.
“Kita punya praeswari, kader motivator dan itu betul-betul kita briefing supaya mereka intens melakukan surveillance di bawah supaya jangan sampai ada satu masyarakatpun yang tidak mendapat layanan kesehatan, prinsipnya no one left behind,” terangnya.