Kabar Mojokerto - Program makan siang gratis untuk pelajar menjadi salah satu fokus utama yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Jika program ini terealisasi, apa sebenarnya manfaat makan siang tepat waktu bagi pelajar? Mari simak penjelasan dari dokter.
Dokter Ahli Gizi dari RSUD Prof dt Soekandar, Mojosari, Mojokerto, dr Vera mengatakan, makan siang tepat waktu memiliki berbagai manfaat penting bagi pelajar. Selain memberikan energi untuk aktivitas sehari-hari, makan siang juga dapat meningkatkan konsentrasi hingga 70%.
Baca Juga: Bahaya! Simak Risiko Penyakit Yang Doyan Makan Pedas Siap Saji
“Makan siang yang tepat waktu dapat membantu otak berfungsi lebih baik karena kondisi fisik yang segar,” ungkap Vera kepada Kabar Mojokerto melalui sambungan telepon (22/10/2024).
Sebaliknya, jika pelajar terlambat makan siang, dampak buruk bagi kesehatan bisa muncul. Kinerja otak menurun, gangguan pencernaan, kekurangan energi, dan penurunan sistem imun adalah beberapa risiko yang dihadapi.
Terlambat makan siang juga dapat menyebabkan kadar gula darah tidak stabil, meningkatkan risiko obesitas, gangguan kesehatan mental, masalah tidur, dan bahkan penyakit jantung.
“Tujuan dari program ini adalah memberikan kecukupan energi bagi pelajar setelah beraktivitas dari pagi. Jika makan siang terlewat atau terlambat, energi yang dibutuhkan untuk aktivitas selanjutnya akan berkurang, bahkan bisa menyebabkan sakit, seperti gejala sakit kepala,” jelasnya.
Menurut dr Vera, waktu ideal untuk makan siang adalah enam jam setelah sarapan, yaitu sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah menjalani aktivitas pagi, tubuh memerlukan pasokan energi untuk melanjutkan kegiatan hingga sore.
“Setiap enam jam sekali adalah waktu yang tepat untuk makan utama. Sementara itu, waktu ideal untuk camilan adalah tiga jam setelah makan utama,” tambahnya.
Baca Juga: Tubuh Gemoy Rentan Terserang Penyakit, Ini Tips Agar Tetap Sehat
Selain waktu, menu makan siang juga sangat penting. Ia menyarankan pelajar mengikuti slogan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai "Isi Piringku". Pembagian porsi yang dianjurkan adalah 50% buah dan sayur, sedangkan 50% sisanya diisi dengan karbohidrat dan protein.
“Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi otak. Jika asupan ini tidak terpenuhi, kemampuan berpikir bisa terganggu,” jelasnya.
Dokter Vera juga menekankan pentingnya memilih camilan yang sehat. Lebih baik jika pelajar membawa camilan dari rumah, karena jajanan di sekolah sering kali tidak terjamin kesehatan, seperti gorengan.