Kabar Mojokerto - Memasuki musim hujan, Kabupaten Mojokerto diperkirakan akan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang dapat berdampak pada sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat tengah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi, termasuk memetakan TPS di wilayah rawan bencana.
Tahun ini, KPU Kabupaten Mojokerto akan mengelola 1.618 TPS yang tersebar di 18 kecamatan, dengan total 845.655 Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Baca Juga: KPU Mojokerto Klaim Tak Ada TPS di Wilayah Blank Spot untuk Pilkada 2024
Achmad Febrianto, Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kabupaten Mojokerto, menjelaskan bahwa sejauh ini pihaknya belum melaksanakan mitigasi bencana, namun langkah-langkah antisipasi sudah dipersiapkan.
“Untuk mitigasi bencana belum dilakukan, namun kami sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Kami akan melakukan pemetaan terhadap TPS yang berada di daerah rawan bencana. Jika terjadi bencana, kami akan segera melakukan evakuasi ke TPS terdekat,” jelasnya kepada Kabar Mojokerto, Kamis (7/11/2024).
Banjir diperkirakan akan berpotensi terjadi di sejumlah kecamatan, sementara bencana tanah longsor diperkirakan dapat terjadi di kawasan Trawas dan Pacet.
Untuk mengantisipasi hal ini, KPU Mojokerto akan berkoordinasi dengan berbagai stakeholder terkait untuk menyiapkan opsi pengalihan TPS. Hal ini penting mengingat distribusi logistik pemilu yang harus diamankan dengan baik.
Baca Juga: Libatkan 100 Pekerja, KPU Kabupaten Mojokerto Targetkan Sorlip Surat Suara Rampung 2 November
“Jika terjadi hujan deras yang menyebabkan banjir di TPS, kami akan segera mengalihkan pemungutan suara ke TPS lain. Tentunya, hal ini memerlukan kesepakatan dengan stakeholder terkait, khususnya dalam pengamanan logistik pemilu. Jika dimungkinkan untuk dipindahkan, kami akan geser TPS tersebut, namun jika tidak memungkinkan, pemungutan suara tetap dilaksanakan di TPS tersebut,” ujar Achmad.
KPU Mojokerto berharap langkah-langkah antisipasi ini dapat memastikan kelancaran pelaksanaan pemilu meski dalam kondisi cuaca yang ekstrem.