Kabar Mojokerto - Proses penyebaran Islam di Mojokerto tak lepas dari peran Walisongo. Namun, ada tokoh penting selain Walisongo, yaitu Pangeran Bulu.
Pangeran Bulu adalah sosok penyebar Islam di wilayah utara Sungai Brantas, terutama di Jetis. Keberadaannya dibuktikan dengan makamnya di atas Dusun/Desa Jolotundo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.
Makam panjang bercorak Islam itu diyakini sebagai makam Pangeran Bulu, yang dipercaya sebagai cucu dari Sunan Giri.
Baca Juga: KH Muhammad Suhud, Sang Pelatih Laskar Hizbullah di Mojokerto-Jombang
Ihwal Pangeran Bulu diceritakan oleh pemerhati sejarah dan folklor, Iwan Abdillah, dalam sebuah artikel. Ia menjelaskan, dipilihnya lokasi pemakaman di Dusun/Desa Jolotundo mungkin karena tempat makam panjang tersebut berada di titik tertinggi di antara makam-makam lain di wilayah sekitar.
Itu menandakan bahwa yang dimakamkan memiliki kedudukan yang dimuliakan di mata masyarakat. "Makamnya berada di atas bukit yang relatif rata di puncaknya," terangnya.
Dia menyebutkan, kontur tanah di Dusun/Desa Jolotundo memang memiliki ciri khas perbukitan, sebab daratannya berada persis di rangkaian Pegunungan Kendeng. Makam tersebut memiliki panjang kurang lebih empat meter. Tepat di ujung sisi makam, tertera nama R. Suwahyu, atau kepanjangan dari Raden Suwahyu.
Iwan merincikan, secara silsilah keturunan, Mbah Suwahyu memiliki ayah bernama Zainal Abidin yang bergelar Susuhunan Dalem. Tak lain adalah putra dari Ainul Yaqin atau Raden Paku. Tokoh penyebar agama Islam dari Gresik itu dikenal dengan nama Sunan Giri. "Jadi, Raden Suwahyu ini terhitung cucu langsung dari Sunan Giri," tandasnya.
Iwan menambahkan, Sunan Giri tidak hanya sebagai penyebar agama Islam di tanah Jawa, tetapi juga merupakan keturunan ningrat. Dari garis ibunda Sunan Giri, ia memiliki nama Dewi Sekardadu, putri dari Raja Blambangan Minak Sembuyu. Sedangkan ayahnya adalah Maulana Ishaq, putra dari Syech Jumadil Qubro.
Dengan demikian, Sunan Giri memiliki nasab yang bersambung dengan garis Dzurriyat Nabi Muhammad SAW. "Itulah yang membuat lazim bila keturunan Sunan Giri ini memiliki pangkat dan derajat yang dimuliakan secara sosial," tandas Iwan.
Baca Juga: Keistimewaan dan Amalan yang dianjurkan pada 10 Hari Pertama Ramadan
Ia juga menambahkan bahwa gelar Pangeran Bulu merupakan penghargaan dari keturunan raja-raja. Dari sembilan saudara kandung Mbah Suwahyu, hampir semuanya mendapat penugasan untuk menjadi pendakwah menyebarkan agama Islam di berbagai tempat.
Antara lain, Sunan Prapen yang memiliki nama Raden Fatikhal, Pangeran Deket Lamongan, Pangeran Sedo Laut, Pangeran Bungkul Surabaya, Nyai Ageng Waru, Nyai Ageng Darukan, Nyai Ageng Ngulukan, dan Susuhunan Sedo Margi.
"Sedangkan Mbah Suwahyu yang dikenal sebagai Pangeran Bulu mendapat penugasan di daerah Bulu, yang saat ini masuk dalam Desa Sawo, Kecamatan Jetis," tandas Iwan.