Awal Mula Penerangan di Jalan Mojokerto, Dari Oblik hingga Beralih ke Pijar

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Minggu, 16 Februari 2025 | 13:32 WIB
Lampu penerangan jalan umum pada era kolonial di Jalan Hayam Wuruk, Kota Mojokerto (Kabarmojokerto.id/Muhammad Lutfi Hermansyah)
Lampu penerangan jalan umum pada era kolonial di Jalan Hayam Wuruk, Kota Mojokerto (Kabarmojokerto.id/Muhammad Lutfi Hermansyah)

 

Kabar Mojokerto- Hindia-Belanda memainkan peran penting kemunculan penerangan di Jalan Mojokerto pada abad ke-19. Sebelum adanya listrik penduduk kota masih mengandalkan oblik atau lampu lentera untuk penerangan. Sementara itu di pedesaan, penerangan di malam hari malah nyaris tidak ada.

 

Menurut pemerhati sejarah Mojokerto, Ayuhanafiq, penerangan di jalan Mojokerto era kolonial pada awalnya menggunakan lampu oblik berbahan bakar minyak tanah. Karena belum ada listrik.

 

Tetapi, lampu tersebut dipasang hanya di wilayah tertentu, lebih tepatnya kawasan khusus orang asing tinggal.

 

Antara lain, ruas jalan di sepanjang Kediristraat yang kini menjadi Jalan Majapahit, area alun-alun dan jalan di tepi barat Sungai Brantas.

 

“Jalan-jalan itu yang diutamakan penerangannya. Sementara kawasan hunian pribumi tetap saja gelap layaknya malam gulita di desa-desa,” kata Yuhan dalam sebuah catatanya di Halaman Facebooknya. 

Baca Juga: Asal Usul Nama Dusun Paris dan Londen di Mojokerto, Dulu Pemukiman Militer Kolonial

Lampu-lampu oblik itu dipasang kala hari mulai gelap dan dibiarkan hingga padam dengan sendirinya saat bahan bakar habis.

 

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X