Kabar Mojokerto - Latar belakang penetapan Hari Kelautan Nasional tidak lepas dari kepedulian pemerintah pada masa itu terhadap peran strategis laut dalam pembangunan nasional. Dekade 1970-an menjadi masa transisi pembangunan ekonomi Indonesia, dan sektor kelautan dinilai memiliki potensi besar yang belum tergarap optimal.
Dikutip dari laman ICCTF, Indonesia dikenal dunia sebagai negara kepulauan terbesar, dengan lebih dari 17.000 pulau dan sekitar 70% wilayahnya berupa lautan, laut bukan sekadar hamparan air asin yang mengelilingi daratan, ia adalah nadi kehidupan, jalur penghubung, dan sumber pangan berjuta rakyat.
Namun, kesadaran kolektif akan pentingnya laut tidak selalu hadir dalam benak masyarakat. Demi menggugah perhatian publik terhadap peran vital kelautan, pada 2 Juli 1972, Presiden Soeharto mencanangkan Hari Kelautan Nasional melalui Keputusan Presiden No. 5 Tahun 1972. Sejak saat itu, tanggal 2 Juli diperingati sebagai momen nasional untuk mengangkat kembali kesadaran maritim Indonesia.
Baca Juga: HUT Bhayangkara Diperingati 1 Juli, Bagaimana Awal Mula Peringatannya?
Selain itu, wilayah laut Indonesia juga menghadapi banyak ancaman, seperti praktik penangkapan ikan ilegal, pencemaran laut, hingga eksploitasi sumber daya laut secara berlebihan. Dengan ditetapkannya Hari Kelautan Nasional, diharapkan semua elemen masyarakat, pemerintah, akademisi, nelayan, pelajar, hingga swasta terlibat aktif dalam perlindungan dan pengelolaan sumber daya kelautan.
Penetapan Hari Kelautan Nasional juga merupakan bagian dari upaya besar untuk mengembalikan jati diri maritim bangsa Indonesia. Sejak masa kerajaan nusantara seperti Sriwijaya dan Majapahit, nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung. Namun semangat itu sempat meredup di era modern.
Melalui peringatan ini, pemerintah ingin membangkitkan kembali semangat bahari yang sempat terlupakan, dan menjadikannya bagian dari identitas bangsa. Hari Kelautan Nasional adalah pengingat bahwa kejayaan bangsa ini tak hanya bertumpu pada daratan, tetapi juga pada laut yang luas dan kaya.
Setiap tanggal 2 Juli, berbagai kegiatan digelar di seluruh penjuru nusantara, mulai dari bersih-bersih pantai, edukasi konservasi laut di sekolah-sekolah, lomba melukis bertema laut, hingga seminar ilmiah kelautan.
Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, Hari Kelautan Nasional menjadi momen penting bagi peluncuran kebijakan dan program baru seperti restorasi terumbu karang, penguatan pengawasan laut, serta promosi pariwisata bahari.
Baca Juga: Makna Tradisi Ruwat Agung Nuswantoro di Candi Jolotundo Mojokerto yang Digelar Bulan Suro
Peringatan ini juga menjadi ajang apresiasi terhadap para nelayan, peneliti kelautan, dan aktivis lingkungan yang bekerja tanpa henti menjaga sumber daya laut.
Kini, lebih dari 50 tahun sejak dicetuskannya Hari Kelautan Nasional, tantangan baru terus bermunculan. Perubahan iklim, kenaikan suhu laut, sampah plastik, dan tekanan industri terhadap wilayah pesisir menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut Indonesia.
Namun harapan tetap ada. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, hadirnya teknologi pemantauan laut, serta peran aktif generasi muda dalam gerakan lingkungan, laut Indonesia bisa tetap menjadi sumber kehidupan, bukan korban eksploitasi.