Kabar Mojokerto - Sebanyak 352 personel dari berbagai instansi telah dipersiapkan untuk menjaga kelancaran perayaan Lebaran 2025 di Mojokerto, melalui Operasi Ketupat Semeru 2025.
Gabungan personel tersebut berasal dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta relawan, yang siap melaksanakan tugas pengamanan.
Persiapan ini dimulai dengan apel gelar pasukan yang dipimpin oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa (Gus Barra).
Acara tersebut dilaksanakan di Lapangan Polres Mojokerto pada Kamis, (20/3/2025).
Baca Juga: Gus Barra Resmikan Layanan Dialisis dan Kring Bazz RSUD RA Basoeni, Pasien Bisa Konsultasi Daring
Dalam acara tersebut, turut hadir Kapolres Mojokerto, AKBP Irham Marunduri, serta pejabat Forkopimda setempat.
Operasi Ketupat Semeru 2025 akan berlangsung selama 17 hari, mulai 23 Maret hingga 8 April 2025. Dalam operasi ini, Polri bekerja sama dengan TNI dan berbagai instansi lainnya untuk memastikan kenyamanan serta kelancaran arus mudik dan balik masyarakat.
Tagline "Mudik Aman, Keluarga Nyaman" pun menjadi fokus utama selama periode tersebut.
Bupati Gus Barra menjelaskan tujuan utama dari operasi ini adalah untuk memberikan perhatian khusus pada pengamanan di beberapa lokasi penting, seperti masjid, tempat salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, serta terminal dan stasiun kereta api.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur pembatasan operasional angkutan barang, rekayasa lalu lintas, penghentian sementara proyek konstruksi, serta pengalihfungsian tempat penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat bagi pemudik.
Baca Juga: Amankan Lebaran 2025, Polres Mojokerto Kota Siapkan 3 Pos hingga Ratusan Personel
“Penting bagi kami agar pedoman SKB ini dapat diterapkan dengan baik dan disosialisasikan ke masyarakat melalui berbagai saluran media agar dapat dipahami dengan jelas dan mendukung keberhasilan Operasi Ketupat,” tambah Gus Barra.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Ridho Rinaldo Harahap, memprediksi puncak arus mudik di wilayah Mojokerto akan terjadi pada 28 Maret 2025, atau sehari sebelum Lebaran (H-1).
Sedangkan arus balik diperkirakan akan terjadi pada periode 4-6 April 2025. Ridho juga menekankan bahwa pihak kepolisian telah memetakan jalur-jalur rawan kemacetan dan kecelakaan, serta mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan diri dan kendaraannya sebelum perjalanan mudik dan selalu berhati-hati di jalan.