Kabar Mojokerto - Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, meresmikan Unit Pelayanan Instalasi Dialisis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R.A. Basoeni pada Kamis (20/3/2025). Peresmian ini menandai dimulainya layanan baru yang dihadirkan oleh rumah sakit tipe C tersebut, yang kini juga meluncurkan inovasi terbaru, Kring Bazz (Konsultasi Kesehatan Daring Basoeni).
Gus Barra, sapaan akrab Bupati Mojokerto, mengapresiasi komitmen RSUD R.A. Basoeni dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat.
"Dengan hadirnya layanan dialisis ini, RSUD R.A. Basoeni semakin memperkuat perannya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi warga Mojokerto," ujarnya.
Baca Juga: Amankan Lebaran 2025, Polres Mojokerto Kota Siapkan 3 Pos hingga Ratusan Personel
Lebih lanjut, Gus Barra menjelaskan Kring Bazz, sebagai salah satu inovasi yang diluncurkan, merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto. Program ini bertujuan untuk menciptakan Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur, dengan meningkatkan akses serta kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
"Kami ingin meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, dan layanan ini diharapkan dapat mempermudah akses konsultasi kesehatan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah utara sungai," tambah Gus Barra.
Direktur RSUD R.A. Basoeni, Rasyid Salim, menegaskan bahwa kehadiran Unit Pelayanan Instalasi Dialisis dan Kring Bazz merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Baca Juga: Sidak Mamin Jelang Lebaran, Wali Kota Mojokerto Temukan Makanan Terindikasi Mengandung Boraks
"Melalui unit dialisis ini, RSUD R.A. Basoeni dapat memberikan pelayanan medis yang lebih optimal. Sementara itu, Kring Bazz memudahkan masyarakat dalam melakukan konsultasi kesehatan, baik melalui chat maupun video call, yang dapat diakses selama 24 jam melalui nomor WhatsApp 0821-4593-4150," jelasnya.
Selain itu, RSUD R.A. Basoeni juga memiliki berbagai program inovatif lainnya, seperti Gemes Aja (Gerakan Mental Sehat Anak Remaja) dan Lanjut Bazz (Layanan Antar Jemput Pasien Rawat Jalan), yang dirancang untuk semakin mempermudah akses kesehatan bagi masyarakat.
"Kami ingin memastikan warga tidak perlu pergi jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan terbaik. Dengan adanya unit hemodialisis dan Kring Bazz, kami berharap masyarakat Mojokerto bisa lebih mudah mengakses layanan medis yang mereka butuhkan," tambah Rasyid.
Baca Juga: Catat! Daftar Nomor Darurat dan Penting Saat Mudik di Mojokerto, Jangan Sampai Lupa
Sebagai bagian dari acara peresmian, RSUD R.A. Basoeni juga memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa, serta menyerahkan 40 unit kursi roda sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Acara ini diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan rumah sakit dengan masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Mojokerto.
Artikel Terkait
Tertinggi di Jatim, Pemkot Mojokerto Raih Nilai MCP 98,41 dari KPK
Bupati Mojokerto Luncurkan Bimtek Pasca Bencana untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan
Polres Mojokerto Kota Berikan Baksos dan Layanan Kesehatan bagi Warga yang Tinggal di Makam Cina
BPJS Kesehatan Jelaskan Aturan Tanggung Biaya Kecelakaan Lalu Lintas Saat Mudik
Wabup Rizal Ajak Umat Beragama di Mojokerto Tingkatkan Toleransi dan Kerukunan
Amankan Lebaran 2025, Polres Mojokerto Kota Siapkan 3 Pos hingga Ratusan Personel