ekonomi-bisnis

Cerita Sukses Pengusaha Krupuk Singkong di Mojokerto, Raup Omzet Puluhan Juta

Jumat, 15 November 2024 | 09:05 WIB
Arik Agustiani (54) telah menjalani usaha krupuk singkong di Mojokerto selama puluhan tahun. (Foto: M Siswanto)

Kabar Mojokerto - Arik Agustiani (54), seorang pengusaha asal Mojokerto, telah membuktikan dengan kegigihan dan inovasinya, usaha kecil dapat berkembang pesat dan meraih keuntungan yang signifikan. Berawal dari usaha krupuk singkong rumahan, kini ia telah memiliki agen yang tersebar hampir di seluruh wilayah Jawa Timur.

Baca Juga: Update Harga Sembako Mojokerto Selasa 12 November 2024, Bawang Merah-Putih Naik

Keberhasilan Dimulai dari Rumah

Rumah sekaligus tempat usaha Arik terletak di Jalan Pandreman No 10, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Mojokerto. Saat tim Kabar Mojokerto mengunjungi tempatnya pada 14 November 2024, tampak berbagai macam olahan makanan ringan yang dipajang rapi di kiosnya.

Selain krupuk singkong, ada pula berbagai jenis makanan ringan seperti kripik ceker ayam, talas, pisang, rambak sapi, dan brownis.

Produk utama Arik adalah krupuk singkong yang dipasarkan dengan merek Cassava dan Samiler. Krupuk singkong ini hadir dalam beberapa varian rasa. Antara lain pedas manis, bawang, dan ebi. Dihadirkan dalam kemasan 60 gram, krupuk singkong tersebut dibanderol dengan harga Rp 12 ribu.

 

Selain produk siap makan, Arik juga menawarkan krupuk singkong mentah dalam kemasan ball seberat 5 kg dengan harga Rp 190 ribu per ball.

Omzet Menjulang Berkat Pemasaran Cerdas

Arik mengungkapkan bahwa produk krupuk singkongnya kini sudah memiliki agen di hampir seluruh wilayah Jawa Timur. Bahkan, hanya dengan pengiriman ke 2-3 toko saja, Arik mampu meraih keuntungan hingga Rp 20 juta. Salah satunya adalah pengiriman ke wilayah Kediri yang sekali kirim dapat mengangkut 200-300 ball krupuk singkong mentah.

“Kebanyakan saya suplai krupuk singkong mentah yang omzetnya lebih besar. Sementara, yang siap makan saya kirimkan ke toko pusat oleh-oleh, terutama di Surabaya,” jelas Arik.

Baca Juga: Mengintip Kampung Perajin Bambu di Mojokerto, Puluhan Tahun Tetap Eksis

Proses Produksi yang Teliti dan Teratur

Setiap hari, Arik mengoperasikan usahanya dengan bantuan 20 karyawan yang bekerja dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Dalam sehari, mereka dapat menghabiskan 230 kg singkong yang diolah melalui beberapa tahap, dimulai dari penghalusan singkong kuning, pencampuran dengan bumbu dan tepung, pengukusan, penggilingan, hingga pencetakan adonan dalam bentuk kotak persegi atau bunga. Tahap terakhir adalah penjemuran hingga krupuk singkong siap dipasarkan.

Halaman:

Tags

Terkini

IHSG Kembali Merosot, Istina Bilang Begini

Senin, 2 Februari 2026 | 11:13 WIB

Janda di Mojokerto Rela Jadi Badut Demi 3 Buah Hati

Kamis, 1 Januari 2026 | 17:18 WIB