Jangkrik Celiring Madu di Mojokerto Mampu Hasilkan Cuan Jutaan Hanya Dalam Hitungan Hari

Photo Author
Muhammad Siswanto, Kabar Mojokerto
- Sabtu, 2 November 2024 | 20:00 WIB
Jangkrik berjenis Celiring Madu yang diternak di Mojokerto. (Foto: Muhammad Siswanto)
Jangkrik berjenis Celiring Madu yang diternak di Mojokerto. (Foto: Muhammad Siswanto)

Kabar MojokertoJangkrik berjenis Celiring Madu yang diternak di Mojokerto ini mampu menghasilkan cuan hanya dalam hitungan hari. Ingin tahu seperti apa caranya? Simak ulasan berikut.

Dari Hama Menjadi Ladang Bisnis

Bagi sebagian orang, jangkrik, yang termasuk dalam kategori serangga, dianggap sebagai hama. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya merusak tanaman seperti wortel, tomat, kubis, dan kacang tanah.

Namun, di Dusun Prayan, Desa Watesumpak, Trowulan Mojokerto, jangkrik dimanfaatkan sebagai ladang bisnis yang dapat menghasilkan cuan puluhan juta hanya dalam waktu singkat.

Baca Juga: Harga Semboko Mojokerto 31 Oktober 2024, Cabai Rawit Turun, Bawang Merah Naik

Tristiono (54), salah satu warga pekerjaa sebagai jasa penetasan dan pembesaran jangkrik di rumahnya, mengungkapkan bahwa meskipun usaha tersebut bukan sepenuhnya miliknya, namun, omzet yang dihasilkan dari bisnis jangkrik ini sangat menjanjikan. Jangkrik berjenis Celiring Madu dapat dipanen dalam waktu 30 hingga 35 hari.

"Jangkrik ini sudah bisa dipanen sekitar 30-35 hari, kami tidak membiarkannya sampai tua," ungkap Tristiono kepada Kabar Mojokerto (02/11/2024).

Kondisi Kandang dan Perawatan

Saat tim Kabar Mojokerto berkunjung, terlihat beberapa box kayu berbentuk persegi panjang dengan ukuran sekitar 240 x 120 cm berjejer di depan dan samping rumahnya. Box tersebut berfungsi sebagai kandang pembesaran jangkrik.

Ribuan jangkrik tampak menikmati makanan berupa voer dan sayuran di dalam box tersebut. Sebagian lainnya, jangkrik berjenis Celiring Madu ini berkumpul di rumah-rumahnya berupa egg tray yang telah disediakan oleh Tristiono.

Menurut Tristiono, perawatan jangkrik Celiring Madu ini tergolong mudah namun membutuhkan perhatian khusus terhadap suhu agar jangkrik dapat bertahan hidup. Jika cuaca terlalu panas atau dingin, jangkrik dapat pingsan atau bahkan mati.

Baca Juga: Metode Alogami, Kunci Sukses Djavid Ternak Murai Batu Berkualitas di Mojokerto

Untuk mengatasi hal tersebut, ia menggunakan penutup dari selembar plastik cor yang dipasang di atas box kayu kandang pembesaran jangkrik. Hal ini bertujuan untuk menjaga suhu di dalam kandang agar tetap stabil saat musim hujan.

"Kalau musim kemarau, untuk mensiasatinya, saya semprot air untuk minum dan pendinginan, kadang juga saya pasang kipas untuk sirkulasi udara," katanya.

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

IHSG Kembali Merosot, Istina Bilang Begini

Senin, 2 Februari 2026 | 11:13 WIB

Janda di Mojokerto Rela Jadi Badut Demi 3 Buah Hati

Kamis, 1 Januari 2026 | 17:18 WIB
X