ekonomi-bisnis

Ratusan Hektare Sawah Warga di Mojokerto Terancam Gagal Panen Akibat Banjir

Rabu, 18 Desember 2024 | 19:59 WIB
Sawah di Desa Tempuran, Sooko, Mojokerto, terendam banjir. (Kabarmojokerto.id/M Lutfi Hermansyah)

 

 

Kabar Mojokerto - Ratusan haktare sawah di Mojokerto terancam mengalami gagal panen. Penyebabnya adalah curah hujan tinggi hingga berbuntut banjir.

 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Nuryadi mengatakan, setidaknya banjir telah merendam lahan pertanian di enam kecamatan di Kabupaten Mojokerto hingga 15 Desember 2024. Yakni Kecamatan Ngoro, Pungging, Mojosari, Bangsal, Mojoanyar, dan Sooko. Total luasannya mencapai 638,7 hektare.

 

"Luas terdampak (banjir) di enam kecamatan, total 638,7 hektare," ujarnya pada Rabu (18/12/2024).

Baca Juga: Ini Langkah Preventif Pemkab Mojokerto Kendalikan Inflasi Jelang Nataru

Menurutnya, Kecamatan Sooko menjadi yang paling parah, dengan kerusakan mencakup 222 hektare sawah. Di antaranya, Desa Tempuran dengan 94 hektare lahan sawah yang terdiri dari 19 hektare lahan tebu dan 75 hektare lahan bero. Lahan pertanian padi dan jagung seluas 5 hektare di Desa Tempuran juga terendam.

 

Di Desa Ngingasrembyong, kerusakan mencapai 63 hektare. Terdiri dari 58 hektare lahan tebu, 3 hektare jagung dan 2 hektare lahan bero.

 

Sedangkan di Desa Karangkedawang, lahan bero seluas 40 hektare juga turut terdampak. “Mayoritas tanaman pangan masih dalam tahap semai dan usia tanam tujuh hari," tambah Nuryadi.

 

Halaman:

Tags

Terkini

IHSG Kembali Merosot, Istina Bilang Begini

Senin, 2 Februari 2026 | 11:13 WIB

Janda di Mojokerto Rela Jadi Badut Demi 3 Buah Hati

Kamis, 1 Januari 2026 | 17:18 WIB