dro
Kabar Mojokerto - Kekeringan di Kabupaten Mojokerto belum berakhir. Jumlah desa mengalami krisis air akibat kekeringan justru semakin meluas meski sempat diguyur hujan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim mengatakan, terbaru BPBD menyalurkan bantuan air bersih ke Dusun Tempuran, Desa Simongagrok, Kecamatan Dawarblandong. Sebanyak 110 kepala keluarga (KK) mengalami krisis air lantaran debit sumur Pamsimas yang berkurang.
“Kami dropping air bersih ke Desa Simongagrok sejak 1 Oktober 2024. Setiap harinya mengirimkan dua tangki air bersih,” katanya kepada Kabar Mojokerto.
Menurut Khakim, bantuan air diberikan selama warga membutuhkan. Penyaluran rencananya sampai 8 November 2024 mendatang. Karena diprediksi musim tiba di bulan tersebut.
Baca Juga: 3 Desa di Mojokerto Masih Alami Krisis Air Bersih, Ribuan Warga Terdampak
Ia menyebut, kekeringan terjadi karena debit air dari sumur massal yang selama ini dimanfaatkan warga menyusut. “Sumber air dari Pamsimas-nya kecil,” tandasnya.
Selain di Desa Simongagrok, bantuan air bersih masih rutin dilakukan di tiga desa langganan kekeringan yang berdampak ke ribuan warga. Yakni Desa Manduro Manggung Gajah dan Kunjorowesi di Kecamatan Ngoro, serta Desa Duyung di Kecamatan Trawas. ’