Kabar Mojokerto - Tiga Desa di Mojokerto masih mengalami krisis air bersih. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menunjukkan, ribuan warga terdampak krisis air bersih.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim mengatakan, tiga desa yang mengalami krisis air bersih tersebar di 2 Kecamatan. Yakni, Kecamatan Ngoro dan Trawas.
“Krisis air bersih mulai 1 Juni dan akan berakhir 3 Agustus (2024),” katanya saat dikonfirmasi pada Kamis (25/7/2024).
Dari 2 Kecamatan tersebut, ada 6 Dusun di Desa terdampak. Pertama, Dusun Buluresik dan Gajah Mungkur, Desa Manduro Manggung Gajah. Terdiri dari 1.861 Jiwa dan 597 KK.
Kedua, Dusun Duyung dan Bantal Desa Duyung. Terdiri dari 1.522 jiwa dan 483 KK yang terdampak krisis air bersih.
Baca Juga: Polisi Bantu Dropping Air Bersih Bagi Ribuan Warga yang terdampak Kekeringan di Mojokerto
Sedangkan ketiga di Desa Kunjorowesi sebanyak 4.937 jiwa dan 1.558 KK. Rinciannya, 1.625 jiwa di Dusun Kunjoro dan 3.313 jiwa di Dusun Kandangan.
Artikel Terkait
Musim Kemarau, Ribuan Warga di Mojokerto Terancam Krisis Air Bersih
16 Tahun Krisis Air Bersih, Desa di Mojokerto Ini Hanya Butuh Pengeboran Sumber Air
PNS Pemkab Mojokerto yang Digerebek Suami Bugil Bareng PIL Diganjar Sanksi Moral