3 Desa di Mojokerto Masih Alami Krisis Air Bersih, Ribuan Warga Terdampak

Photo Author
Latif Saipudin, Kabar Mojokerto
- Kamis, 25 Juli 2024 | 18:07 WIB
Warga Dusun Kunjoro Desa Kunjorowesi mengisi air bersih di Gerijen. Mereka mengalami krisis air bersih selama musim kemarau.  (Latif Saipudin )
Warga Dusun Kunjoro Desa Kunjorowesi mengisi air bersih di Gerijen. Mereka mengalami krisis air bersih selama musim kemarau. (Latif Saipudin )

 

Kabar Mojokerto - Tiga Desa di Mojokerto  masih mengalami krisis air bersih. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menunjukkan, ribuan warga terdampak krisis air bersih.

 

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim mengatakan, tiga desa yang mengalami krisis air bersih tersebar di 2 Kecamatan. Yakni, Kecamatan Ngoro dan Trawas.

 

 

“Krisis air bersih mulai 1 Juni  dan akan berakhir 3 Agustus (2024),” katanya saat dikonfirmasi pada Kamis (25/7/2024).

 

Dari 2 Kecamatan tersebut,  ada 6 Dusun di Desa terdampak. Pertama, Dusun Buluresik dan Gajah Mungkur, Desa Manduro Manggung Gajah. Terdiri dari  1.861 Jiwa dan 597 KK.

 

Kedua, Dusun Duyung dan  Bantal Desa Duyung. Terdiri dari 1.522 jiwa dan 483 KK yang terdampak krisis air bersih.

Baca Juga: Polisi Bantu Dropping Air Bersih Bagi Ribuan Warga yang terdampak Kekeringan di Mojokerto

Sedangkan ketiga di Desa Kunjorowesi sebanyak 4.937 jiwa dan 1.558 KK. Rinciannya, 1.625 jiwa di Dusun Kunjoro dan 3.313 jiwa di Dusun Kandangan.

Halaman:

Editor: Muhammad Lutfi Hermansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Begini Sejarah dan Asal-usul Desa Claket di Mojokerto

Selasa, 2 September 2025 | 11:00 WIB
X