Membersihkan secara lembut membantu mencegah iritasi dan menyingkirkan sisa keringat serta cairan tubuh yang bisa menjadi sumber bau.
Baca Juga: Siapa yang Tanggung Biaya Berobat Korban Kecelakaan Lalu Lintas? Ini Penjelasan BPJS
3. Utamakan Pakaian Dalam Berbahan Katun
Kain sintetis yang ketat dapat memicu kelembapan berlebih dan menciptakan kondisi ideal untuk pertumbuhan bakteri penyebab bau.
Bahan katun menyerap keringat dengan baik dan memungkinkan sirkulasi udara yang optimal di area intim.
Penelitian yang dikutip dari Semantic Scholar menunjukkan bahwa wanita yang mengenakan celana dalam katun memiliki risiko infeksi vagina yang lebih rendah.
Hindari memakai celana dalam yang terlalu ketat, terutama saat cuaca panas atau setelah olahraga.
Baca Juga: Ini Ragam Manfaat Susu Kambing, Bisa Tingkatkan Vitalitas?
4. Stop Rokok dan Alkohol, Demi Miss V yang Lebih Sehat
Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol secara langsung bisa memengaruhi bau tubuh, termasuk area kewanitaan.
Zat kimia dalam rokok serta alkohol dapat merusak keseimbangan pH dan mengganggu bakteri baik di dalam vagina.
Menurut Halodoc, wanita yang menghentikan dua kebiasaan ini melaporkan adanya perubahan positif dalam aroma tubuh mereka.
Jika sulit berhenti, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan ahli agar dapat menemukan solusi yang sesuai.
5. Minum Air, Miss V Pun Ikut Bahagia
Dehidrasi bukan hanya bikin bibir kering atau kulit kusam, tapi juga memengaruhi aroma urine dan cairan tubuh lainnya.
Saat tubuh kekurangan cairan, sekresi di area intim bisa menjadi lebih pekat dan beraroma tajam.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi akan membantu menjaga sekresi vagina tetap normal dan tidak berbau menyengat.
Biasakan minum minimal delapan gelas air putih per hari, terutama jika kamu aktif berolahraga atau tinggal di daerah panas.