Kabar Mojokerto - Badan Kesehatan Dunia atau WHO melarang penggunaan asbes sebagai atap bangunan.
Melansir laman who.int, larangan pemakaian asbes itu karena sifatnya yang karsinogen atau dapat menyebabkan kanker.
Berdasarkan data yang dihimpun WHO pada 2016 lalu, terdapat 200 ribu kasus kematian karena serat asbes. Jumlah tersebut setara dengan 70 persen kasus kematian yang disebabkan oleh kanker yang timbul di tempat kerja.
Sebagai langkah pencegahan, WHO telah menerima laporan dari 50 negara yang telah menetapkan pelarangan penggunaan asbes.
Baca Juga: Klinik Estetika di RSUD Prof dr Soekandar Mojokerto, Solusi Praktis untuk Perawatan Kulit
Lantas, apa saja bahaya penggunan asbes bagi kesehatan?
Dilansir dari laman National Institutes of Health, asbes dianggap berbahaya karena memiliki serat yang sangat kecil dan tipis, sehingga tak bisa dilihat oleh mata telanjang.
Artikel Terkait
Ini 6 Jenis Makanan Perangsang Gairah Seks yang Patut Dicoba Sebelum Hubungan Intim
Benarkah Udara Dingin Malam Hari Sebabkan Paru-Paru Basah? Ini Penjelasan Medisnya
RSUD Soekandar Mojokerto Gelar Seminar Kesehatan dan Resmikan Klinik Estetika Khusus Kecantikan
Kiat Jaga Keperkasaan Bagi Pria Ala Dokter Boyke
Hubungan Seks Sesama Jenis Jadi Sorotan di Mojokerto, Ini Risiko Kesehatannya
Menopause Jadi Momok Rumah Tangga, Ini Tips untuk Pasutri agar Tetap Harmonis