Kabar Mojokerto - Kamu pernah dengar istilah environmental degradation? Dalam bahasa Indonesia, istilah ini berarti kerusakan lingkungan, dan ini bukan cuma sekadar perubahan iklim atau hutan yang ditebang sembarangan.
Melansir Plant With Purpose, sebuah organisasi nirlaba internasional yang berfokus pada upaya pelestarian lingkungan dan pengentasan kemiskinan di berbagai pelosok dunia. Ini adalah masalah nyata yang dihadapi masyarakat saat ini dan yang lebih penting.
Baca Juga: Ini Keutamaan Puasa Arafah Lengkap dengan Niatnya
Apa Sih Penyebab Utama Kerusakan Lingkungan?
-
Kemiskinan
Mungkin terdengar mengejutkan, tapi kemiskinan punya hubungan erat dengan kerusakan lingkungan. Banyak masyarakat di pedesaan menggantungkan hidup dari alam.Tapi karena penghasilan minim, mereka terpaksa menebang pohon untuk arang atau membuka lahan baru, meski tahu itu merusak alam. Mereka butuh makan, dan ini jadi lingkaran setan: makin rusak alam → makin miskin → makin rusak lagi.
-
Deforestasi (Penebangan Hutan)
Hutan itu bukan cuma “pohon-pohon hijau yang adem” aja, tapi penjaga kehidupan. Mereka mengatur air, menjaga kesuburan tanah, dan jadi rumah banyak hewan. Saat pohon ditebang, semuanya ikut kacau: tanah jadi tandus, banjir gampang terjadi, hewan kehilangan habitat. -
Kerusakan Tanah
Tanah yang sehat, berarti akan menghasilkan makanan yang sehat. Tapi saat tanah rusak karena angin, hujan ekstrem, atau pemakaian pupuk kimia berlebihan, maka hasil pertanian menurun. Padahal banyak orang di dunia, termasuk Indonesia, menggantungkan hidup dari pertanian.
Baca Juga: Pemkot Mojokerto Tegas Perangi Pungli di PPDB 2025, Ning Ita: Tidak Ada Toleransi!
Dampak Nyata dari Kerusakan Lingkungan
Kerusakan lingkungan bukan cuma tentang “alam yang sakit”, ini juga berdampak besar pada kehidupan manusia:
-
Petani makin miskin. Lahan tidak produktif = hasil panen berkurang = penghasilan menipis.
-
Anak-anak putus sekolah. Keluarga yang kesulitan finansial kadang terpaksa menyuruh anak bekerja.
-
Pengungsi iklim makin banyak. Orang-orang harus meninggalkan rumahnya karena banjir, kekeringan, atau tanah longsor.
-
Biodiversitas berkurang. Satwa dan tumbuhan punah karena habitat mereka dirusak.
Solusi yang Bisa Menjadi Harapan
Tenang, berita baiknya adalah: masih ada harapan! Bahkan kita bisa mulai dari sekarang dengan cara-cara berikut ini:
-
Pertanian Regeneratif
Ini bukan pertanian biasa. Dengan teknik seperti rotasi tanaman, pemakaian pupuk organik, dan agroforestri (menanam pohon di lahan pertanian), tanah jadi subur lagi, panen meningkat, dan lingkungan pun pulih.