Kabar Mojokerto - Semangat pelestarian budaya lokal menggema di Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, saat Pilangga Batik Fest 2025 sukses digelar oleh mahasiswa Program Studi D3 Komunikasi Terapan Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS).
Festival yang mengangkat tema "Pilang Membatik Asa" ini tak hanya menyuguhkan kekayaan batik lokal, tetapi juga melibatkan ratusan warga dalam berbagai kegiatan interaktif dan edukatif.
Lebih dari 200 warga Desa Pilang turut memadati Pendopo Kantor Desa sejak pagi. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Sekolah Vokasi UNS, Prof. Dr. Eng. Ir. Herman Saputro, M.Pd., M.T., yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam mengangkat budaya lokal melalui pendekatan kreatif dan inklusif.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Mojokerto Dibuka 14 Juli 2025, Renovasi Tuntas tapi Sarpras Belum Lengkap
Festival diawali dengan fashion show batik, di mana enam mahasiswa tampil memukau mengenakan karya pengrajin batik Desa Pilang. Tak sekadar indah, setiap motif yang ditampilkan menyimpan filosofi dan kisah yang mencerminkan identitas serta nilai-nilai luhur masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan lomba mewarnai di SD Negeri 1 Pilang serta lomba mencanting di Pendopo Desa, yang mengundang antusiasme anak-anak dan warga. Kegiatan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya sejak dini.
Tak ketinggalan, festival ini juga menghadirkan sisi edukatif melalui workshop bertema "UMKM Naik Kelas dengan Digital Marketing". Dalam sesi ini, para pelaku usaha batik lokal dibekali pengetahuan praktis untuk memasarkan produknya secara digital. Suasana workshop berlangsung hangat dengan diskusi aktif dan praktik langsung bersama mentor profesional.
Baca Juga: Penerimaan Siswa Baru SMP Negeri Mojokerto 2025 Capai 8.676, Ini Sekolah yang Kekurangan Siswa
Puncak acara ditandai dengan sesi award ceremony, di mana para pemenang lomba mewarnai dan mencanting menerima penghargaan dari dewan juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi komunikasi, Ina Primasari, S.I.Kom., M.I.Kom., Septi Anggita Kriskartika, S.S., M.Sos., dan Johny Adhi Aryawan, S.Sos., M.I.Kom.
Pilangga Batik Fest 2025 membuktikan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan masyarakat bisa menjadi motor penggerak pelestarian budaya. Lewat semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap warisan leluhur, Desa Pilang menunjukkan bahwa batik bukan sekadar kain, melainkan identitas yang layak dijaga dan dikembangkan.