Kabar Mojokerto - Pemerintah Kabupaten Mojokerto tengah bersiap meluncurkan pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR) menjelang pertengahan Juli 2025. Program pendidikan ini menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera, dan akan dimulai dengan dua rombongan belajar tingkat SMP.
Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat meninjau langsung kesiapan gedung diklat di Kecamatan Gedeg, yang akan difungsikan sebagai fasilitas utama SR Mojokerto. Gedung tersebut sebelumnya telah direvitalisasi oleh Kementerian PUPR dengan anggaran mencapai Rp 2,7 miliar.
"Seluruh sarana dan prasarana sudah siap, baik untuk kegiatan belajar mengajar maupun kebutuhan berasrama. Kami pastikan Sekolah Rakyat ini bisa mulai berjalan pada 14 Juli mendatang," kata Khofifah, Minggu (30/6/2025).
Baca Juga: Sekolah Rakyat Akan Dibangun di Banyulegi Mojokerto, Anggaran Lahan Capai Rp 8,5 Miliar
SR Mojokerto akan memulai tahun ajaran 2025/2026 dengan 50 siswa, terbagi dalam dua rombel masing-masing 25 anak. Mereka dipilih dari data keluarga prasejahtera berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Anak-anak ini adalah yang memang masuk dalam kriteria sosial tertentu, sebagian besar berada di desil satu," lanjut Khofifah.
Program SR ini dirancang menggunakan sistem asrama penuh. Pemerintah daerah pun telah menyulap gedung diklat menjadi lingkungan belajar yang lengkap, mulai dari ruang kelas, laboratorium, tempat tinggal siswa, ruang pengasuh, fasilitas kebersihan, aula, hingga musala.
Uniknya, aula yang digunakan juga berfungsi ganda sebagai ruang makan. "Harapannya, meja-meja bisa dilipat saat kegiatan di aula berlangsung, sehingga multifungsi," ujar Khofifah.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengajak calon siswa beserta orang tua untuk melihat langsung fasilitas yang akan digunakan. Menurutnya, hal ini penting agar mereka merasa yakin dan nyaman dengan lingkungan pendidikan baru tersebut. "Kami ingin orang tua bisa memastikan sendiri bahwa tempat belajar dan tinggal anak-anak mereka aman dan layak," imbuhnya.
Baca Juga: Dibuka Juli 2025, Ini Persiapan Sekolah Rakyat Mojokerto dan Fasilitas Penunjangnya
Dari data yang dihimpun dari Kementerian Sosial, ada lebih dari 6.500 anak di Kabupaten Mojokerto yang berpotensi melanjutkan ke jenjang SMP. Pendataan dilakukan melalui pendamping PKH dan menghasilkan 150 anak yang siap ikut program SR. Dari jumlah tersebut, 50 anak telah terpilih untuk angkatan pertama.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga telah mengusulkan kebutuhan tenaga pengajar dan staf pendukung ke pemerintah pusat. Formasi yang diusulkan mencakup guru, staf TU, operator sekolah, bendahara, satpam, hingga wali asrama.
Dengan dimulainya SR ini, diharapkan anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa mengakses pendidikan formal yang berkualitas, lengkap dengan fasilitas dan pembinaan karakter melalui sistem asrama.
Artikel Terkait
Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat di Mojokerto, Mensos Gus Ipul: Sangat Memadahi
Kabupaten Mojokerto Ajukan Empat Rombel untuk Jenjang SMP Sekolah Rakyat Tahun Ini
Dibuka Juli 2025, Ini Persiapan Sekolah Rakyat Mojokerto dan Fasilitas Penunjangnya
Sekolah Rakyat Akan Dibangun di Banyulegi Mojokerto, Anggaran Lahan Capai Rp 8,5 Miliar