Z
Kabar Mojokerto - Raden Achmad (RA) Basoeni adalah sosok penting dalam sejarah Mojokerto. Ia merupakan sosok pejuang kemerdekaan sekaligus Bupati Mojokerto ke-16.
Nama RA Basoeni kini diabadikan menjadi salah satu nama jalan di Kecamatan Sooko, Mojokerto dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Jalan RA Basoeni membentang dari SPBU Sooko Mojokerto hingga Pos Polisi 902 Jampirogo.
Sedangkan RSUD RA Basoeni berada di Jalan Raya Gedeg, Kecamatan Gedeg, Mojokerto.
Tidak banyak sumber yang menjelaskan kiprah RA Basoeni. Namun, menurut pemerhati sejarah Mojokerto, Ayuhanafiq, RA Basoeni dikenal sebagai tentara berpangkat Mayor Infanteri dan pernah memimpin Kodim 0815 Mojokerto sebelum masuk politik.
Oleh Partai Nahdlatul Ulama (NU) RA Basoeni diusung dalam Pilbup Mojokerto 1965 lewat pemilihan oleh DPRD. RA Basoeni sukses mengalahkan kandidat dari PKI dan PNI.
“Saat itu ada tiga orang kandidat yang bersaing dalam Pemilihan Bupati Mojokerto,’’ kata Yuhan.
Situasi polotik saat itu memanas. Sebab, tak sekadar menjadi ajang pembuktian dari nama besar tokoh-tokoh yang maju menuju Mojokerto 1. Namun, pilkada juga menjadi palagan pertarungan ideologi dari partai-partai pengusung.
Maklum, pemilihan bupati kala itu masih menerapkan sistem pemungutan suara dari para anggota DPRD Kabupaten Mojokerto.