Kabar Mojokerto - Transformasi pembinaan di Lapas Kelas IIB Mojokerto memasuki babak baru. Dalam waktu dekat, para warga binaan akan mendapatkan pelatihan keterampilan kerja hasil kolaborasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto.
Langkah ini menyusul pertemuan koordinasi yang dilakukan pada Selasa (18/6/2025), di mana pihak Lapas melalui Kasi Binadik dan Giatja bertemu langsung dengan perwakilan BLK. Keduanya sepakat untuk merancang program pelatihan berbasis praktik langsung, guna meningkatkan kesiapan para narapidana dalam menghadapi dunia kerja pasca-pembebasan.
Beragam bidang pelatihan akan ditawarkan, mulai dari pertukangan dan pengelasan, hingga sektor agribisnis seperti budidaya lele dan peternakan kambing. Tak hanya keterampilan teknis, pelatihan ini juga akan menekankan pada etika kerja, kedisiplinan, dan jiwa wirausaha.
Baca Juga: Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Terbesar IFH Kabupaten Mojokerto
Kasi Binadik menyatakan bahwa kerja sama ini penting agar proses pembinaan tidak berhenti hanya pada kedisiplinan, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi dan sosial.
"Kami ingin saat mereka keluar dari Lapas, mereka tidak bingung harus mulai dari mana. Dengan sertifikat dan keterampilan yang dimiliki, mereka punya peluang untuk mandiri," katanya.
Sementara itu, pihak BLK Mojokerto mengungkapkan bahwa dukungan terhadap warga binaan adalah bagian dari tanggung jawab sosial untuk membantu proses pemulihan dan reintegrasi mantan narapidana ke masyarakat.
Diharapkan, kerja sama ini dapat menjadi model pembinaan baru yang lebih fungsional, berorientasi masa depan, dan memberi harapan baru bagi para warga binaan Lapas Mojokerto.
Artikel Terkait
Alfonsus Galen-Rechia Halena Dinobatkan sebagai Gus dan Yuk Kota Mojokerto 2025
Cara Cek Kelulusan PPPK Tahap 2 2025 Lewat HP: Pengumuman Resmi Mulai 16 Juni
Wabup Rizal Sebut iBangga Kabupaten Mojokerto Capai 65,11
Rayakan HUT Bhayangkara ke-79, Polres Mojokerto Kota Bagikan Sembako ke Panti Asuhan
Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Terbesar IFH Kabupaten Mojokerto