KABAR MOJOKERTO - Bus Trans Jatim koridor III yang melayani trayek Terminal Kertajaya Mojokerto - Sub Terminal Balongpanggang Gresik sudah beroperasi sejak 18 Oktober 2023 kemarin.
Namun sebagai layanan penunjang terdapat 16 halte yang belum tuntas pengerjaannya. Dishub menyisatinya dengan menggantikan rambu setop untuk mengangkut dan menurunkan penumpang.
Sekaligus untuk memudahkan penumpang mengetahui, tempat pemberhentian dan pengakutan penumpang.
Kabid Angkutan Jalan Dishub Jatim, Ainur Rofiq memberikan komentar perihal itu, ia menjelaskan jika pemasangan halte Bus Trans Jatim Koridor III dikerjakan pihak ketiga. Ia menarget harus selesai akhir Desember nanti.
Meski belum ada halte, Bus Trans Jatim Koridor III tetap bisa mengangkut dan menurunkan penumpang lokasi yang belum terpasang halte, dengan adanya penanda rambu tambahan di 16 titik tersebut yang belum ada halte.
Para penumpang bisa naik dan turun melalui pintu depan yang lebih rendah daripada pintu tengah bus. Kebijakan ini khusus di koridor III.
"Karena di jalur koridor III tidak ada angkutan eksisting sama sekali sehingga tidak ada gejolak. Pemasangan rambu setop atas rekomendasi Dishub Mojokerto dan Gresik, serta persetujuan camat dan kades masing-masing," paparnya.
Rofiq menuturkan bahwa Pemkab Gresik, Pemkab dan Pemkot Mojokerto masih bisa mengusulkan penambahan halte jika memang dibutuhkan. Sebab seluruh halte yang sudah ditentukan titiknya, berasal dari usulan 3 pemerintah daerah tersebut.
"Semua lokasi halte usulan pemda setempat, kami yang merealisasikan. Karena supaya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," tandasnya.
Trayek sekali perjalanan Bus Trans Jatim Koridor III sejauh 30 Km dengan waktu tempuh 1 jam. Tarif jauh dekat hanya Rp 5.000 untuk penumpang umum dan Rp 2.500 bagi pelajar, santri dan mahasiswa. Angkutan umum ini beroperasi setiap hari pukul 05.00-21.00 WIB.
Rute yang dilalui dari Terminal Kertajaya di Mojokerto, Jalan Jayanegara, Jalan Pahlawan, Jalan Gajah Mada, Mlirip, Lespadangan, Terusan, Sidoharjo, Ngabar, Kupang, Hutan Watu Blorok, Suru, Sekiping, Jatirowo, Pulorejo, Dawarblandong, Dapet, Wonorejo, Wahas, Pilangrejo, Pasar Balongpanggang, Sub Terminal Balongpanggang.
Sedangkan dari Sub Terminal Balongpanggang, rute yang dilalui yaitu Pasar Balongpanggang, Wates, Wahas, Wonorejo, Dapet, Dawarblandong, Pulorejo, Jatirowo, Sekiping, Suru, Hutan Watublorok, Kupang, Ngabar, Sidoharjo, Terusan, Lespadangan, Mlirip, Jalan Gajah Mada, Jalan Empunala, Kedungsari, Gunung Gedangan, Terminal Kertajaya.
Rute Mojokerto-Gresik, halte yang sudah dipasang di 13 titik. Yaitu halte keberangkatan di Terminal Kertajaya, Pahlawan, HOS Cokroaminoto depan MPP Gajah Mada, Mlirip 1, Lespadangan 1, Terusan 1, Sidoharjo, Bukit Kayu Putih 1, Suru 1, Sekiping 1, Jatirowo 1, Pulorejo 1, serta halte Dawarblandong.
Pada rute ini, 8 halte yang saat ini belum dipasang. Yaitu halte SDN Ngabar 1, Kupang 1, Dapet 1, Wonorejo 1, Wahas 1, Pilangrejo, Pasar Balongpanggang 1, dan Sub Terminal Balongpanggang 1 kedatangan.
Sedangkan dari arah sebaliknya, Terminal Balongpanggang menuju Terminal Kertajaya, 12 halte yang sudah dipasang. Yaitu halte Sub Terminal Balongpanggang 2 keberangkatan, Dawarblandong 2, Pulorejo 2, Jatirowo 2, Sekiping 2, Suru 2, Bukit Kayu Putih 2, Terusan 2, Lespadangan 2, Empunala, Gunung Gedangan, serta halte Terminal Kertajaya kedatangan.
Pada rute ini, setidaknya 8 halte yang saat ini belum dipasang. Yaitu halte Pasar Balongpanggang 2, Wates 2, Wahas 2, Wonorejo 2, Dapet 2, Kupang 2, SDN Ngabar 2, serta halte Kedungsari. Sehingga total 16 halte di trayek Bus Trans Jatim Koridor III yang sampai hari ini belum dipasang.