KABAR MOJOKERTO - Pasca ambruk dan rata dengan tanah sebuah bangunan di Kantor Desa Banjartanggul Kecamatan Pungging karena terjangan angin kencang, masih belum ada tindak lanjut perbaikan dan sebatas pembersihan puing-puing saja.
Bangunan yang terbagi menjadi dua ruangan tersebut, merupakan ruang PKK dan BPD dengan luas sekitar 6 x 10 meter. Bangunan tersebut juga termasuk bangunan lama karena sudah 4 periode pergantian Kepala Desa belum pernah mendapat renovasi berat.
Dari data BPBD kejadian angin kencang dan hujan deras tersebut terjadi pada Kamis (15/2/2024) sekitar pukul 21.00 WIB. Atau H+1 pasca pencoblosan, beruntung saat itu tidak ada aktivitas di bangunan ambruk tersebut sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Kejadian tersebut bermula sekitar pada pukul 19.00 WIB wilayah Kecamatan Pungging terjadi hujan dengan intensitas sedang - lebat, yang kemudian mengakibatkan bangunan yang menjadi Ruang PKK dan BPD ambruk.
Camat Pungging Amzar Ashari Siregar menjelaskan bahwa bangunan tersebut berusia sekitar 24 tahun atau tergolong bangunan tua. Bangunan yang ambruk merupakan ruang PKK dan BPD ukuran 6 x 10 mengalami rusak berat.
"Ituloh mas pas hari Kamis, pas hujan deras, memang itu kata pak Kades sudah retak. Atap menimpa tembok, terus yo rata, itu satu gedung tapi dua ruang," paparnya kepada Kabarmojokerto.id.
Waktu kejadian adalah H+1 Pemilu 2024, kantor desa memang sedang ramai namun beruntung tidak ada korban jiwa karena sudah ada kewaspadaan.
"Cuman di Pendopo, terus mereka lari ke samping. Cuman sudah terasa, sudah 4 periode Kades dan belum ada rehab sama sekali," jelasnya.
Untuk tindak lanjut, pihak Camat menyarankan untuk mengusulkan dana BK, karena tidak bisa menggunakan dana APBDes.
"Itu kami minta Desa, minta mengusulkan dana BK, kita usulkan ke bagian pembangunan 2024 atau 2025 bisa bangun lagi," jelasnya.
Untuk isi bangunan, hanya berisi sedikita meja dan kursi sekitar 10 an, karena memang semua diambil dan digunakan di Pendopo Desa.
"Kondisi terkahir masih pembersihan, kalau tindakan yang lain tidak ada. Tapi tidak menganggu pelayanan, karena memang jarang dipakai sehari-hari," tutupnya.