Kabar Mojokerto- Emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar dalam kenaikan Indeks fluktuasi harga (IFH) di Kabupaten Mojokerto. Peningkatan harga ini diduga akibat kekhawatiran masyarakat terhadap potensi pelemahan nilai tukar rupiah.
Kepala Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi mengatakan, sejumlah komoditas menjadi penyumbang kenaikan fluktuasi. Salah satunya adalah emas perhiasan yang mengalami kenaikan harga rata-rata selama periode Mei 2025.
“Komoditas penyumbang kenaikan Indeks Fluktuasi Harga tertinggi di Kabupaten Mojokerto pada Mei 2025 adalah emas perhiasan,’’ kata Bambang, Senin (16/6/2025).
Menurut Bambang, kenaikan IFH dipengaruhi oleh meningkatnya sjumlah komoditas. Seperti kelapa,
tahu mentah, beras, tomat sayur, lipstik, tempe, buncis, tauge atau kecambah dan kentang. Harganya merangkak mengikuti permintaan pasar.
Hal tersebut dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap potensi pelemahan nilai tukar rupiah, sehingga emas dipilih sebagai aset lindung nilai (Safe Haven) untuk menjaga daya beli.
"Selain itu, pelemahan rupiah terhadap dolar AS dan naiknya harga emas di pasar global akibat ketegangan geopolitik. Ketidakpastian ekonomi turut memperkuat tren kenaikan harga emas di pasar domestik," bebernya.