Baca Juga: Danantara Dukung Program 3 Juta Rumah Subsidi, Siap Gelontorkan Rp 130 Triliun
Meski demikian, lanjut Bambang, IFH Kabupten Mojokerto mengalami penurunan mencapai minus 0,41 persen pada periode Mei 2025.
Data statistik IFH ini merujuk dari pengamatan sebanyak 357 komoditi, yang dibagi menjadi 11 kelompok dan 39 sub kelompok komoditi selama satu bulan penuh di wilayah Kabupaten Mojokerto.
Adapun komoditas utama yang memicu penurunan harga di antaranya cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, bawang putih, bawang merah, telur ayam ras, wortel, jeruk, bensin dan solar.
"Indeks fluktuasi harga di Kabupaten Mojokerto sebesar -0,41 persen, ini menunjukkan penurunan harga komoditas secara umum," jelasnya
Ia menyebut, penurunan IFH Kabupaten Mojokerto dipengaruhi turunnya harga cabai rawit akibat melimpahnya pasokan di pasar.
Terlebih, adanya peningkatan pasokan seiring panen raya di sejumlah daerah sentra produksi cabai di Jawa Timur yang meliputi Kediri, Blitar, Malang, dan Mojokerto (Dawarblandong) .
"Kondisi ini menyebabkan harga cabai rawit turun secara signifikan di tingkat pedagang maupun konsumen, yang memicu penurunan IFH di Kabupaten Mojokerto," pangkas Bambang.
Baca Juga: Indeks Integritas Pemkab Mojokerto Naik Signifikan, Capai 77,30
Artikel Terkait
Tembus Rp 50 Per Kg, Pemkot Mojokerto Tekan Harga Bawang Lewat Operasi Pasar
Cerita Sukses Pengusaha Krupuk Singkong di Mojokerto, Raup Omzet Puluhan Juta
Tingkatkan Perekonomian, 96 KPM PKH di Mojokerto Dapat Bantuan Peralatan Usaha Sepanjang 2024
Pemkab Mojokerto Launcing UHC Prioritas, 98 Persen Masyarakat Terjamin Program JKN
Anggaran Rp 3,5 Miliar Digelontorkan Pemkab Mojokerto untuk Rehabilitasi Dua Kantor OPD