Kabar Mojokerto - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto akan meningkatkan kapasitas petani milenial dalam mendukung swasembada pangan sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program strategis yang berdampak luas dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto, Nuryadi, mengatakan petani milenial memiliki potensi besar untuk membawa inovasi di sektor pertanian. Sebab, regenerasi petani harus terus dipupuk secara masif.
“Banyak anak muda yang tidak peduli dengan pertanian. Jika yang tua-tua sudah tidak ada, maka siapa yang akan meneruskan? Oleh karena itu, kami menggalakkan peningkatan kapasitas petani milenial melalui berbagai upaya,” katanya kepada Kabar Mojokerto, Jumat (13/12/2024).
Baca Juga: Penutupan Lomba MTQ II Kabupaten Mojokerto 2024, Kecamatan Mojoanyar Raih Juara Umum
Disperta Kabupaten Mojokerto telah mengawali upaya ini dengan peningkatan petani milenial di sektor budidaya tembakau, melalui bantuan sarana dan prasarana serta pembinaan.
“Tembakau di Mojokerto saat ini ada di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Gedeg, Kemlagi, Jetis, dan Jatirejo. Semua kecamatan ini kami beri pembinaan dari penyuluh,” terang Nuryadi.
Selain tembakau, pihaknya juga akan menggenjot potensi pertanian di sektor lain. Saat ini, kata dia, produksi padi di Mojokerto selama empat tahun terakhir mengalami fluktuasi. Tahun 2021, produksi padi mencapai 326.666 ton, 2022 sebesar 324.230 ton, 2023 sebanyak 315.200 ton, dan 2024 diperkirakan mencapai 292.216 ton.
Produksi jagung terus mengalami peningkatan. Tahun 2021, produksi jagung menembus 182.003 ton, 2022 sebanyak 242.085 ton, 2023 sebesar 249.435 ton, dan 2024 diperkirakan mencapai 147.805 ton.
“Padi dan jagung kita surplus. Cukup untuk menopang kebutuhan Jawa Timur dan Mojokerto. Padi memang cenderung stagnan karena banyak petani yang beralih ke jagung,” tandasnya.
Baca Juga: Pemkab Mojokerto Genjot PAD Lewat Kantong Parkir di Dua Objek Wisata
Sedangkan bawang merah di Mojokerto juga mengalami peningkatan yang signifikan. Tahun ini, produksi bawang merah mencapai 8.331 ton. Dengan hasil produksi yang bagus ini, Nuryadi berharap dapat mendukung Asta Cita Presiden Prabowo.
“Potensi kita banyak. Yang jelas, kinerja Dinas Pertanian untuk peningkatan produksi padi, jagung, tembakau, kakao, kedelai, dan lainnya sangat baik. Kami juga memiliki potensi lombok dan bawang merah. Dengan demikian, hasil produksi petani kita dapat mendukung program ketahanan pangan,” pungkasnya.