Kabar Mojokerto - Taman Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mojokerto, yang digadang-gadang oleh Pemkot Mojokerto menjadi destinasi wisata dan edukasi, kini mengalami sepi pengunjung.
Hal ini disebabkan oleh ketatnya persaingan dengan taman-taman kota lainnya yang telah dibangun.
Taman TPA Mojokerto terletak di Kelurahan Kedundung, Magersari, Mojokerto. Dulunya, lokasi ini dikenal kotor dan kumuh, namun kini telah diubah menjadi taman yang dilengkapi dengan berbagai wahana yang menarik perhatian wisatawan.
Salah satu fasilitas yang tersedia adalah kontainer baca, hasil kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kota Mojokerto. Dengan beragam koleksi buku, diharapkan fasilitas ini dapat memberikan kenyamanan dan menambah minat baca bagi pengunjung.
Baca Juga: Waspada! BMKG Prediksi Mojokerto Dilanda Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan langsung proses pemilahan sampah di Bank Sampah Induk Kota Mojokerto. Di lokasi ini, masyarakat bisa melihat berbagai kreasi yang dihasilkan dari proses daur ulang di ruang Recycle Gallery.
Namun, berdasarkan pantauan tim Kabar Mojokerto, akhir-akhir ini, Taman TPA Mojokerto terlihat sepi pengunjung. Beberapa wahana bermain anak, seperti ayunan dan prosotan, sudah mulai rusak. Kondisi kolam di sekitar taman pun nampak mengering, sementara perpustakaan berbentuk kontainer sepi dari pengunjung.
Meski demikian, taman ini tetap terjaga kebersihannya, dengan pepohonan dan tanaman yang terawat dengan baik.
Baca Juga: Fenomena Tingginya Pengendara Melawan Arus di Jalan Nasional Mojokerto
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto, Amin Wachid, menjelaskan bahwa sepinya pengunjung disebabkan oleh persaingan dengan taman-taman kota yang kini sudah banyak dibangun. "Memang dulu sempat ramai sebelum ada taman-taman kota, sekarang taman kota sudah banyak dan ramai," ungkapnya.
Saat ini, pengunjung Taman TPA Mojokerto didominasi oleh pelajar yang melakukan pembelajaran outing class. Setidaknya dua kali dalam seminggu, siswa dari Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-kanak (TK) berkunjung ke taman ini pada pagi hari. "Untuk masyarakat umum, biasanya Dasawisma berkunjung di hari Sabtu," tambahnya.
Dengan berbagai fasilitas dan potensi yang dimiliki, semoga Taman TPA Mojokerto dapat kembali menarik perhatian masyarakat sebagai destinasi wisata yang edukatif.
Artikel Terkait
Bocoran Tarif dan Rute Bus Trans Jatim Mojokerto - Surabaya dan Gresik 2024
Awas! Manhole Cover di Jalan RA Basuni Mojokerto Tak Rata dengan Aspal
Bandel, Sejumlah Mobil Mewah Parkir Sembarangan di Kawasan Perkantoran Mojokerto
Kapan Awal Musim Hujan di Mojokerto ? Simak Prediksi BMKG
Inspiratif, Sosok Supeltas di Mojokerto Jadi Garda Terdepan Ketertiban
Mojokerto Diprediksi Diguyur Hujan 13 Oktober 2024, Waspada Angin Kencang!
Perbaikan Jalan di Gedeg Mojokerto Bikin Jalan Macet, Polisi : Tak Ada Koordinasi
Jembatan Apung Berbayar Saat Kemarau, Bantu Warga Mojokerto-Sidoarjo Pangkas Jarak 15 KM
Fenomena Tingginya Pengendara Melawan Arus di Jalan Nasional Mojokerto
Waspada! BMKG Prediksi Mojokerto Dilanda Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan