Kabar Mojokerto - Hati-hati jika melintasi jalan penghubung Kecamatan Mojosari-Ngoro Kabupaten Mojokerto. Jalur alternatif menuju Pasuruan ini mengalami banyak kerusakan.
Pantauan Kabarmojokerto.id menunjukkan bahwa jalan yang terbuat dari rabat beton tersebut mengalami kerusakan berupa ambles dan bergelombang. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, mengingat jalan ini adalah akses vital bagi banyak pengguna.
Rata-rata jalan yang bergelombang terjadi setelah dilakukan pemeliharaan dengan cara menambal jalan rabat beton menggunakan aspal. Namun, metode pemeliharaan yang dilakukan tampaknya tidak efektif dan berpotensi memperburuk keadaan.
Baca Juga: Bus Kuning Mojokerto, Angkutan Umum Tertua yang Masih Bertahan
Nampak tambalan di beberapa titik, permukaannya lebih tinggi daripada permukaan jalan yang masih utuh. Hal ini menyebabkan pengendara harus lebih berhati-hati agar tidak terjatuh atau mengalami kerusakan pada kendaraannya.
Gelombang jalan itu membuat pengendara motor dan mobil yang melintas menurunkan kecepatan. Bahkan, tidak sedikit yang berpindah lajur atau berjalan zig-zag untuk menghindari jalan yang bergelombang. Situasi ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang tidak familiar dengan kondisi jalan.
Baca Juga: Waspada! BMKG Prediksi Mojokerto Dilanda Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
Artikel Terkait
Bandel, Sejumlah Mobil Mewah Parkir Sembarangan di Kawasan Perkantoran Mojokerto
Kapan Awal Musim Hujan di Mojokerto ? Simak Prediksi BMKG
Inspiratif, Sosok Supeltas di Mojokerto Jadi Garda Terdepan Ketertiban
Mojokerto Diprediksi Diguyur Hujan 13 Oktober 2024, Waspada Angin Kencang!
Perbaikan Jalan di Gedeg Mojokerto Bikin Jalan Macet, Polisi : Tak Ada Koordinasi
Jembatan Apung Berbayar Saat Kemarau, Bantu Warga Mojokerto-Sidoarjo Pangkas Jarak 15 KM
Fenomena Tingginya Pengendara Melawan Arus di Jalan Nasional Mojokerto
Waspada! BMKG Prediksi Mojokerto Dilanda Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
Taman Wisata dan Edukasi TPA Randegan-Mojokerto Sepi Pengunjung, Kalah Saing dengan Taman Kota
Bus Kuning Mojokerto, Angkutan Umum Tertua yang Masih Bertahan