Jalan Cor Beton Bangsal-Mojoanyar Mojokerto Minim Marka dan Rambu, Berisiko Tinggi

Photo Author
Deni Lukmantara, Kabar Mojokerto
- Senin, 11 November 2024 | 14:04 WIB
Jalan cor beton penghubung Kecamatan Bangsal-Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Deni Lukmantara)
Jalan cor beton penghubung Kecamatan Bangsal-Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Deni Lukmantara)

Kabar MojokertoJalan cor beton penghubung Kecamatan Bangsal-Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, yang baru saja dibangun, meskipun telah memberikan kemudahan akses bagi pengguna jalan, ternyata masih jauh dari kata ideal.

Jalan yang menghubungkan Kota Mojokerto dan Surabaya ini, meskipun terpantau ramai dan lancar, namun belum dilengkapi fasilitas yang memadai, seperti rambu lalu lintas, pagar pengaman, dan marka jalan, yang berpotensi menambah risiko kecelakaan.

Pantauan Kabarmojokerto.id pada Senin (11/11/2024), jalan yang memiliki lebar sekitar 7 meter dan panjang 1,5 kilometer ini memang terlihat mulus dan bebas hambatan. Namun, kenyataannya, minimnya fasilitas keselamatan menjadikan jalan ini berisiko, terutama bagi kendaraan yang melintas dengan kecepatan lebih dari 40 km per jam. Tidak hanya motor, mobil pribadi, minibus, pikap, dan truk kecil, jalan ini juga dilalui oleh truk tronton yang membawa beban berat.

Yang lebih memprihatinkan, jalan ini hanya dilengkapi dengan dua rambu lalu lintas yang terpasang. Rambu pertama adalah peringatan angin kencang yang terpasang setelah Desa Bangsal, dan rambu kedua adalah peringatan akan adanya persimpangan tiga di sisi kiri jalan, sekitar 300 meter setelah rambu pertama. Tak ada tanda lain yang menunjukkan potensi bahaya lain, seperti jalan licin atau petunjuk arah yang jelas bagi pengemudi.

Baca Juga: Deretan Truk di Mojokerto Parkir Sembarangan Hindari Timbang, Bikin Ruas Jalan Sempit

Jalan cor beton penghubung Kecamatan Bangsal-Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Deni Lukmantara)

Selain itu, absennya garis marka jalan baik di tepi jalan maupun di tengah jalan juga menjadi persoalan serius. Tanpa adanya marka yang jelas, pengemudi sulit untuk menentukan jalur yang aman, apalagi di malam hari atau saat cuaca buruk. Hal ini tentu saja meningkatkan potensi kecelakaan, terutama bagi kendaraan besar seperti truk tronton yang sering melintas di jalan tersebut.

Yadi, seorang pengguna jalan, mengungkapkan keprihatinannya terhadap minimnya fasilitas tersebut. "Jalan ini sangat berbahaya, apalagi kalau lewat truk besar. Tidak ada petunjuk atau peringatan yang jelas, dan kadang ada kendaraan yang ugal-ugalan," ujarnya.

Tak hanya itu, Yadi juga menyoroti tingginya potensi kecelakaan lalu lintas di jalur ini. Beberapa insiden, seperti kecelakaan truk yang terguling dan mobil Honda Jazz yang jatuh ke sungai, menjadi bukti nyata bahwa jalan ini belum sepenuhnya aman untuk dilalui.

Namun, Yadi juga memberikan apresiasi terhadap pembangunan jalan cor beton ini. Menurutnya, proyek ini sangat membantu kelancaran transportasi, terutama bagi masyarakat yang sehari-hari mengandalkan jalur ini.

"Jalan ini sangat terang di malam hari, karena lampu PJU sudah terpasang di sepanjang jalan. Asalkan lampunya terawat dan menyala dengan baik, itu sudah sangat membantu," tambahnya.

Sementara itu, meskipun ada keluhan dari pengguna jalan, hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan respons terkait minimnya rambu dan marka di jalan tersebut.

Baca Juga: Minim Penerangan, Jalan Ir Soekarno Mojokerto Jadi Sasaran Kejahatan, Warga Cemas

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Kabupaten Mojokerto, Setyo Budi, saat dihubungi Kabarmojokerto.id, menyatakan bahwa dirinya sedang dalam rapat dan berjanji akan memberikan penjelasan lebih lanjut setelahnya.

Dalam konteks ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto sebaiknya segera mengevaluasi dan melengkapi jalan ini dengan fasilitas yang memadai. Pemasangan rambu-rambu lalu lintas yang jelas, marka jalan, serta pagar pengaman sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Jalan yang mulus memang dapat memperlancar mobilitas, tetapi tanpa perhatian terhadap aspek keselamatan, jalan tersebut justru bisa menjadi bencana yang mengancam nyawa.

Pemerintah perlu mempercepat pengadaan dan pemasangan fasilitas pendukung yang diperlukan agar jalan ini bisa berfungsi secara optimal, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. Keamanan harus menjadi prioritas utama, bukan hanya kenyamanan.

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadwal Buka Puasa Mojokerto 20 Februari 2026

Jumat, 20 Februari 2026 | 10:34 WIB

Kota Mojokerto Jadi Daerah Terpadat Ketiga di Jatim

Rabu, 15 Oktober 2025 | 13:35 WIB
X