Kabar Mojokerto - Meskipun rutin dibersihkan, anak sungai di Kelurahan Banjaragung, Puri, Mojokerto, tetap dipenuhi sampah. Lantas, apa yang menjadi penyebab sampah terus menumpuk di aliran sungai tersebut? Berikut penuturan warga setempat.
Berdasarkan pantauan tim Kabar Mojokerto pada 16 November 2024, sungai yang membentang sepanjang sekitar 1 kilometer tersebut terlihat kumuh dan kotor akibat penumpukan sampah. Sampah rumah tangga, ranting pohon, hingga sampah organik lainnya terlihat mencemari aliran sungai. Meskipun lumut hijau yang memenuhi permukaan sungai sedikit menyamarkan sampah-sampah tersebut, namun kondisinya tetap mencolok.
Salah satu warga setempat, Priyono (54), menjelaskan jika sungai ini memang telah menjadi tempat penumpukan sampah sejak lama. Bahkan, sebelum dibangun plengsengan sekitar tahun 1997, sungai ini sudah dikenal sering meluap dan menyebabkan banjir setiap tahun. Namun, setelah adanya proyek pembangunan plengsengan, kondisi tersebut mulai membaik, meskipun sampah tetap menjadi masalah.
Baca Juga: Jalan Desa Gayaman Mojokerto Rusak Parah, Perbaikan Jadi Kunci Akses Petani
"Alhamdulillah, meskipun banyak sampah, sekarang air sungainya tidak lagi meluap sampai ke pemukiman. Hanya kadang-kadang saja airnya hampir naik ke pemukiman," ujar Priyono saat ditemui di kediamannya.
Ia juga menambahkan setiap 3-4 bulan sekali, pihak desa melakukan kegiatan pembersihan sampah di sepanjang aliran sungai. Setiap pedukuhan mengirimkan 4-5 orang untuk membersihkan sampah dari sungai. Namun, meski sudah dilakukan pembersihan, sampah tetap saja kembali menumpuk.
"Sampah-sampah ini selain mengganggu pemandangan, kadang juga menimbulkan bau tak sedap ketika debit air sungai naik, kadang ada juga binatang mati, seperti tikus, yang baunya sangat menyengat" ujar Priyono.
Priyono menyebutkan sebagian besar sampah di sungai tersebut berasal dari para pengguna jalan yang sembarangan membuang sampah ke sungai. Meskipun telah ada tanda larangan dan sanksi denda, tindakan pembuangan sampah sembarangan masih tetap terjadi.
Baca Juga: Jalan Berlubang Akibat Kebocoran Pipa PDAM di Trowulan Mojokerto, Sebabkan Puluhan Kecelakaan
"Saya sering melihat pengendara melempar sampah begitu saja ke sungai ini. Kadang, warga sampai berteriak untuk mengingatkan mereka," kata Priyono.
Selain sampah rumah tangga, Priyono mengungkapkan jika banyak sampah yang terbawa oleh arus sungai, terutama ranting-ranting pohon. Sampah-sampah ini, seperti ranting bambu, kersen, hingga mangga, sering terjebak di aliran sungai, yang berpotensi menyebabkan penyumbatan dan memperparah keadaan.
"Yang banyak itu bukan sampah rumah tangga, tapi ranting-ranting pohon yang sering nyangkut dan menghambat aliran air," jelasnya.
Baca Juga: Jalan Cor Beton Bangsal-Mojoanyar Mojokerto Minim Marka dan Rambu, Berisiko Tinggi
Priyono berharap agar seluruh masyarakat sadar akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Ia mengingatkan bahwa membuang sampah sembarangan dapat menyebabkan dampak negatif jangka panjang, seperti pencemaran lingkungan, banjir, dan meningkatnya risiko penyakit akibat sampah yang menjadi sarang bagi serangga dan hama.
"Saya harap masyarakat semakin sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Dampak buruknya banyak, dan bencana banjir bisa terjadi jika dibiarkan terus-menerus," tegas Priyono.
Artikel Terkait
Waspada! BMKG Prediksi Mojokerto Dilanda Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
Taman Wisata dan Edukasi TPA Randegan-Mojokerto Sepi Pengunjung, Kalah Saing dengan Taman Kota
Bus Kuning Mojokerto, Angkutan Umum Tertua yang Masih Bertahan
Ditambal Aspal, Jalan Penghubung Mojosari-Ngoro Bergelombang Tingkatkan Risiko Kecelakaan
Kondisi Jalan Cor Beton di Mojokerto Rusak Parah, Warga Minta Perbaikan Segera
Minim Penerangan, Jalan Ir Soekarno Mojokerto Jadi Sasaran Kejahatan, Warga Cemas
Deretan Truk di Mojokerto Parkir Sembarangan Hindari Timbang, Bikin Ruas Jalan Sempit
Jalan Cor Beton Bangsal-Mojoanyar Mojokerto Minim Marka dan Rambu, Berisiko Tinggi
Jalan Berlubang Akibat Kebocoran Pipa PDAM di Trowulan Mojokerto, Sebabkan Puluhan Kecelakaan
Jalan Desa Gayaman Mojokerto Rusak Parah, Perbaikan Jadi Kunci Akses Petani