Jorok! Tumpukan Sampah di Sungai Mojokerto Resahkan Warga

Photo Author
Muhammad Siswanto, Kabar Mojokerto
- Sabtu, 23 November 2024 | 08:00 WIB
Tumpukan sampah yang mengotori sungai di Desa Gembongan, Gedeg, Mojokerto. (Foto: M Siswanto)
Tumpukan sampah yang mengotori sungai di Desa Gembongan, Gedeg, Mojokerto. (Foto: M Siswanto)

Kabar MojokertoTumpukan sampah yang mengotori sungai di Desa Gembongan, Gedeg, Mojokerto, telah menjadi masalah yang meresahkan warga setempat. Bau busuk yang menyengat dari sampah yang menumpuk memaksa warga untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Menurut pantauan tim Kabar Mojokerto, Sabtu (23/11/2024), sungai yang membentang sepanjang sekitar 1 kilometer tersebut hampir sepenuhnya dipenuhi sampah. Sampah-sampah yang tersebar di sungai ini mencakup berbagai jenis, mulai dari plastik, ranting pohon, limbah rumah tangga, hingga bangkai hewan. Pemandangan ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menunjukkan adanya kelalaian dalam pengelolaan sampah di daerah tersebut.

Salah satu titik yang paling parah adalah di depan rumah Rina (50), seorang warga setempat, yang mengungkapkan jika sungai tersebut memang sudah lama menjadi langganan tumpukan sampah. "Sudah sering dibersihkan, tapi setelah dibersihkan, besoknya sampahnya ada lagi," ujar Rina dengan nada frustrasi.

Baca Juga: Jadi Jalur Alternatif Pekerja Pabrik, Jalan Penghubung Mojokerto-Sidoarjo Rusak Parah

Tumpukan sampah yang mengotori sungai di Desa Gembongan, Gedeg, Mojokerto. (Foto: M Siswanto)

Walaupun Rina enggan menyebutkan secara rinci asal sampah-sampah tersebut, ia menyebutkan jika sampah-sampah itu kemungkinan dibawa oleh aliran air dari arah barat.

"Mungkin ini bawaan air sungai, tapi saya tidak tahu pasti apakah ada warga yang membuang sampah di sini," tambahnya.

Lebih dari sekadar masalah visual, tumpukan sampah ini telah menimbulkan dampak yang lebih serius. Selain menyebabkan pemandangan yang tidak sedap dipandang, sampah ini juga menimbulkan bau tak sedap yang mengganggu aktivitas sehari-hari warga.

Rina mengungkapkan jika dirinya terpaksa mengenakan masker saat beraktivitas di depan rumah karena aroma yang sangat menyengat. "Rumah saya selalu tertutup rapat, kalau tidak begitu, lalat-lalatnya masuk ke dalam rumah," kata Rina, menunjukkan betapa seriusnya dampak sampah tersebut terhadap kualitas hidup warga.

Baca Juga: Sampah di Sungai Mojokerto Tetap Melimpah, Meski Rutin Pembersihan

Yang lebih mengkhawatirkan, tumpukan sampah ini juga menjadi tempat berkembang biaknya berbagai jenis serangga, termasuk lalat, yang kini semakin sering masuk ke dalam rumah-rumah warga. Pedagang keliling pun menghindari jalan tersebut, karena masalah sampah yang semakin parah.

Melihat fenomena ini, Rina dan warga lainnya sangat berharap agar masalah sampah di sungai segera ditangani dengan serius.

"Harapan saya, sungai ini bisa dibersihkan dan bebas dari sampah. Kalau bisa, endapan lumpur yang bercampur sampah itu digali dan diangkat supaya sungainya lebih dalam," ungkap Rina, menyuarakan keresahan yang juga dirasakan oleh banyak warga lainnya.

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadwal Buka Puasa Mojokerto 20 Februari 2026

Jumat, 20 Februari 2026 | 10:34 WIB

Kota Mojokerto Jadi Daerah Terpadat Ketiga di Jatim

Rabu, 15 Oktober 2025 | 13:35 WIB
X